Kisah Maskurun Menginspirasi Banyak Orang

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Keterbatasan bukan penghalang untuk terus berkreasi. Motivasi inilah yang terus disuarakan Maskurun, perancang busana asal Kelurahan Jamsaren Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Karena kegigihannya, wanita kelahiran Kediri, 30 April 1973 itu mendapat penghargaan lencana Hasta Adhi Warta dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018. Kiprah ibu dua anak itu dinilai menginspirasi banyak pihak, terutama mendorong semangat penyandang disabilitas (keterbatasan fisik) untuk terus berinovasi.

Sejak kecil, Yuyun, sapaan akrab Maskurun memiliki keterbatasan fisik. Namun semua itu tak membuatnya minder. Justru dia ingin membuktikan kepada semua pihak, jika dia mampu meraih kesuksesan di balik keterbatasan yang dimilikinya. “Saya memiliki cacat pendengaran (tuna rungu),” ujarnya saat ditemui di butik miliknya di Jalan Hos Cokroaminoto no 45 Kota Kediri, Selasa (27/3).

Keterbatasan fisik yang dialami, tak lantas membuat Yuyun manja dan ingin diperlakukan istimewa. Terbukti, saat menempuh pendidikan mulai SD hingga SMK, dia memilih sekolah umum. Selama bersekolah itu pula, perempuan yang menjadi Ketua DPD Gerkatin Provinsi Jawa Timur mampu bersaing dan meraih prestasi. “Sejak kecil saya memang diajarkan untuk mandiri. Kebetulan saya lulusan SMKK Negeri Kediri jurusan tata busana,” ujarnya.

Yuyun pun lantas memilih menekuni bidang tata busana. Lulus dari SMKK, dia melanjutkan menggali ilmu di Arva School Of Fashion di Surabaya. Dua tahun mendalami dunia rancang busana, Yuyun memutuskan untuk membuka usaha sendiri di awal tahun 2006. “Sekitar tahun 2006 saya memulai usaha butik ini,” jelas perempuan yang pernah mewakili Jawa Timur menjadi peserta kajian tuli di Universitas Indonesia (UI) 2017 silam.

Peraih penghargaan Satya Cundamani itu awalnya memiliki 15 karyawan yang bernasib sama dengan dirinya. Selain membagi ilmu keterampilan merancang busana, Yuyun mengaku juga sering memberikan motivasi kepada mereka agar terus berjuang dan tidak mudah putus asa. Baginya, memiliki keterbatasan atau tidak, selain doa, kesuksesan itu dapat diwujudkan dengan tekad dan perjuangan keras. “Semua itu memiliki hak baik dibidang pendidikan, pekerjaan, dan hak untuk hidup,” ujar ibu dua anak itu penuh semangat.

Suntikan motivasi yang diberikan Yuyun pada karyawannya berbuah manis. Tak sedikit dari mereka yang kini merintis usaha secara mandiri. Yuyun sendiri makin mantap melangkah di dunia rancang busana. Selain butik miliknya yang terus berkembang, dia juga dipercaya menjadi pimpinan dan pengajar di LKP Abidah. “Pesertanya ada yang disabilitas dan sebaliknya. Begitu juga dengan karyawan yang bekerja disini (Abidah Rumah Jahit dan Abidah Collection),” imbuhnya.

Tak melulu soal usaha, prestasi Yuyun pun mulai diakui berbagai pihak. Beragam penghargaanpun diraih sebagai bukti pengakuan akan kreasinya. Seperti tahun 2017 lalu, dia dipilih sebagai wakil Indonesia menjadi peserta disabilitas tuli di acara BPBD Kalaksa se Provinsi di Manado Sulawesi Utara. Yuyun juga pernah menjadi wakil Indonesia di pertemuan tuli se Asia Pasifik di Jakarta, dan beberapa prestasi lainnya. “Saya juga pernah menjadi pemateri pendidikan tuli di Malang dan Kediri yang diikuti peserta dari guru SLB, LSM, Disdik, dan Dinsos,” ujar perempuan multitalenta itu.

Terbaru, PWI Kediri juga memberikan penghargaan pada Yuyun. Dia tak menyangka, apa yang dilakukannya mampu menginspirasi banyak orang. “Saya kaget, tiba-tiba nama saya dipanggil, apa lagi belum persiapan. Ya sudah saya menyampaikan apa adanya saja,” kata Yuyun sambil tersenyum.

Bagi Yuyun, tekad kuat, disiplin, kerja keras, dan menjaga kepercayaan adalah modal besar dalam merintis usahanya. Yuyun berharap, setitik kesuksesan yang diraih mampu menginspirasi, khususnya penyandang disabilitas untuk terus berjuang untuk mencapai apa yang diimpikan. “Jangan anggap tuli dan penyandang disabilitas lainnya tidak bisa menikmati hidup. Beri kesempatan penyandang disabilitas agar bisa mandiri dengan adanya progam pemerintah dan kesempatan kerja di perusahaan dan tempat lainnya,” pungkasnya.

Reporter : Angga Prasetya

Editor : Vrian Triwidodo