Kinerja Panlih Berakhir, Bagaimana Nasib Pengisian Wabup Trenggalek?

Share this :

Trenggalek, koranmemo.com – Panitia pemilihan (panlih) pengisian jabatan wakil Bupati Trenggalek yang terbentuk pada periode 2014-2019 resmi mengakhiri masa kerjanya seiring pelantikan 45 anggota DPRD Trenggalek periode 2019-2024 di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin (26/8). Lantas bagaimana kelanjutan pengisian jabatan wakil bupati yang sampai saat ini masih kosong?

Ketua DPRD Trenggalek sementara, Samsul Anam mengatakan, meskipun kinerja panlih resmi berakhir proses pengisian jabatan wakil bupati terus dilakukan. Pada Minggu (25/8), kalangan legislatif telah menerima surat dari parpol koalisi pengusung kepala daerah. “Alhamdulillah, tadi malam sekitar pukul 23.00 WIB ada dua pendaftar,” ujarnya pasca pelantikan, Senin (26/8).

Namun dia menyebut, proses pemilihannya bakal dilakukan oleh kalangan legislatif periode selanjutnya. Dalam waktu dekat, kalangan legislatif akan membentuk alat kelengkapan dewan hingga panitia pengisian jabatan wakil bupati. “Karena baru tadi malam kami tidak bisa melanjutkan proses dan diharapkan dapat dilanjutkan oleh DPRD Trenggalek periode 2019-2024,” jelasnya.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengatakan, telah mengirimkan dua nama calon wakil bupati yang diketahui adalah mantan anggota legislatif sebelum masa jabatan panlih berakhir. Namun untuk proses pemilihan masih menunggumu pelantikan panlih baru. “Prinsip (internal) koalisi telah kita lalui, adapun kalau ada (parpol) koalisi belum tanda tangan kita susulkan,” jelasnya.

Panlih terbentuk dalam rapat paripurna pada 13 Juni dengan masa kerja hingga 14 Agustus 2019. Namun hingga batas waktu yang ditentukan, parpol koalisi belum mengirimkan nama calon wakil bupati kepada legislatif menjelang masa purna panlih. “Kemudian tanggal 16 Agustus masa panlih diperpanjang hingga berakhir hari ini,” kata mantan Wakil Panlih periode 2014-2019, Agus Cahyono.

Merujuk sisa masa jabatan bupati lebih dari 18 bulan, Agus menilai perlu adanya pengisian jabatan wakil bupati. Ia berharap proses pengisian wakil bupati dapat segera dilakukan mengingat banyak agenda pembahasan, diantaranya adalah APBD 2020. “Patokan 18 bulan itu dari pelantikannya, bukan pengusulannya,” kata dia.

Sekretaris Dewan DPRD Trenggalek, Muhtarom menyebut panlih itu terbentuk setelah pembentukan alat kelengkapan dewan hingga ketua dan wakil definitif. Prosesnya empat parpol suara terbanyak mengirimkan nama ke Gubernur Jatim untuk dipilih sebagai ketua dan tiga wakil. “Setelah pembentukan alat kelengkapan, ketua dan wakil definitif baru pembentukan panlih,” jelasnya.

Ia mengaku mengetahui adanya surat yang masuk terkait nama-nama calon wakil bupati. Namun secara pasti ia belum mengetahui mengenai siapa saja dua kandidat tersebut. Merujuk konfirmasi pada parpol koalisi pengusung Emil-Ipin, diketahui dua nama itu adalah mantan anggota legislatif. “Tadi malam ada dua surat. Namun siapa namanya saya tidak tahu,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetiya

Editor Achmad Saichu