Ketum PBNU Sesalkan Penyebaran Hoax Mengatasnamakan Islam

Kediri, Koranmemo.com- Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj menjelaskan Al Quran mengutuk penyebaran berita hoax yang mengatasnamakan muslim. Hal tersebut disampaikan pada awak media setelah memberikan kuliah umum di Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kota Kediri, Minggu (4/3).

“Al Quran sudah jelas mengutuk pelaku hoax itu. ‘Celakalah, terkutuklah orang yang kesana kemari menyebar kebohongan, fitnah, adu domba, menghalangi kebaikan dan mereka berdosa’, Al Quran 15 abad lalu sudah mengatakan seperti itu. Yang saya sayangkan itu mengatasnamakan muslim,” ujarnya.

Seperti diberitakan sejumlah media saat ini, Kepolisian telah menangkap jaringan Moslem Cyber Army (MCA) penyebar berita bohong di media-media sosial.

Ketum PBNU berharap agar semua jaringan-jaringan pembuat berita hoax dapat segera ditangani. Sebab jika dibiarkan lama-lama berita bohong yang diulang-ulang bisa saja dipercayai oleh masyarakat.

“Misalnya, PKI dibentuk kembali dan memiliki 20 ribu anggota, ketuanya si A dan wakilnya si B. Memang jika sekali saja diberitakan orang tidak percaya, tapi kalau sering diberitakan bisa saja orang terpengaruh,” tukasnya.

Lebih lanjut, Said Aqil, menuturkan bisa saja hal tersebut dilakukan karena medekati tahun-tahun pemilu. Dan bisa saja berita-berita tidak benar tersebut digunakan untuk memecah belah atau mungkin ada kepentingan di balik adanya jaringan tersebut.

“Saya minta pada Polisi tidak hanya menangkap ini-ini saja, tapi siapa dibelakangnya. Kami mendukung program pemerintah untuk membangunan bangsa,” katanya.

Menururtnya pencengahan seperti itu masih diperlukan karena, masyarakat Indonesia masih rentan terpengaruh hoax. “Kalau masyarakat sudah dewasa pencegahan saya rasa tidak perlu. Tapi masyarakat masih belum dewasa, karena berita hoax yang sering diberitakan bisa saja membaut orang percaya,” pungkasnya.

Reporter :Dhita Septiadarma
Editor: Achmad Saichu