Ketua RT di Ponorogo, Tewas Terkubur Sumur Tua

Share this :

Ponorogo, koranmemo.com – Warga Desa/Kecamatan Babadan geger. Ini setelah salah satu penggali sumur tewas tertimbun dinding sumur saat tengah memperbaiki sumur warga setempat, Minggu (28/6).

Kejadian ini berawal ketika korban Sumadi (50) warga Dusun Kajang Desa Purwosari Kecamatan Babadan, sekitar pukul 10.00 memperbaiki kedalam sumur milik Khoirul Anam (48) warga, Jalan Sidomulyo no. 17 Rt 04  Rw 01 Desa/Kecamatan Babadan.

Dengan menggunakan pipa dan bor, Sumadi menambah kedalaman sumur yang memiliki kedalaman 20 meter akibat air di dalam sumur mengering. Saat tengah memperbaiki tiba-tiba dinding sumur longsor dan menimbun korban yang berada di dasar sumur.

Salah satu perangkat Desa Purwosari Supriono mengatakan, sebelum ditemukan tewas sekitar pukul 12.00 siang, korban sempat dipanggil si pemilik rumah untuk disuruh makan siang, namun tidak ada jawaban. Saat ditengok dinding sumur telah runtuh dan mengubur pria yang juga ketua RT 04 Desa Purwosari ini.”Sumadi warga saya profesinya tukang pompa. Adzan dhuhur masih ada, makan masih. Terus ada suara gelubuk gitu saat dilihat sudah ga ada, tertindih pasir,”ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Babadan Iptu Yudi Kristiawan mengatakan, usai memdapat laporan pihaknya langsung meminta BPBD Ponorogo untuk turun langsung ke TKP. Proses evakuasi jasad korban yang tertibun matrial pasir cukup lama. Ini lantaran matrial pasir yang mengubut korban setinggi 3 meter.

Tidak hanya itu, sempitnya diameter sumur dengan kedalam 20 meter membuat sulit proses pengangkatan. Setelah melakukan penggalian 6 jam lamanya jasad Sumadi berhasil diangkat tim SAR.

 ” Kesulitan evakuasi karen tanah didalam labil. Kedalaman juga luar biasa. Evakuasi manual, kita singkirkan dulu timbunan. Baru 6 jam lebih korban bru bisa evkuasi,” ungkapnya.

Jasad korban sendiri langsung dibawa ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan. Sementara di lokasi kejadian petugas memberi garis polisi, mengingat lubang sumur masih menganga dan kahwatir dinding sumur runtuh kembali.

Reporter Zainul Rohman

Editor Achmad Saichu