Ketua Karang Taruna Bismo: Warga Kompak Yakin Mudah Terealisasi

Share this :

*Geliat Kelurahan Kampung Dalem Kediri yang Ingin Menjadi Kampung Wisata

Kediri, Koranmemo.com- Dukungan yang diberikan  Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Dinkop UMTK) Kota Kediri, Jawa Timur, yang mendorong Kelurahan Kampung Dalem, Kecamatan Kota Kediri, menjadi kampung wisata, sungguh sangat berarti dan sangat memberi semangat.

Ketua Karang Taruna Bismo Kelurahan Kampung Dalem, Hanifah Kurniasari ST

Paling tidak itulah yang dirasakan Ketua Karang Taruna Bismo Kelurahan Kampung Dalem, Hanifah Kurniasari ST, yang tentu saja tetap berharap agar dinas-dinas yang lain dalam hal ini Pemkot Kediri bisa memberikan dukungan seperti yang dilakukan Dinkop UMTK Kota Kediri.

“Tentunya kami sangat berterima kasih kepada Dinas UMKM karena mampu menemukan potensi dari kami, sehingga gagasan dan konsep kampung wisata dapat segera terealisasi, walaupun masih bersifat mandiri dari warga, perlahan tapi pasti mampu menjadikan Kampung Dalem, kampung kebanggaan kami. Besar harapan kami dinas-dinas terkait lainnya juga bisa membantu kami dalam merealisasi kampung wisata ini,” tandasnya.

Dikatakan, kampung wisata ini tujuan utamnya adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sehingga masyarakat bisa bangga memiliki dan tinggal di Kampung Dalem. Selain itu kampung wisata yang digagas di Kampung Dalem ini bertujuan ingin membentuk kampung Dalem yang nantinya bisa menjadi miniaturnya Kota Kediri. “Contoh Kota Kediri memiliki program layak anak, maka di Kampung Dalem itu sudah dilakukan khususnya di RW 2,” tandasnya.

Seperti diketahui Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Dinkop UMTK) Kota Kediri, Drs Kristianto mengatakan, pihaknya sangat mendorong Kelurahan Kampung Dalem menuju kampung wisata. “Kami sangat mendukung dan mensupport, karena di antara empat cluster tersebut di dalamnya ada cluster wira usaha sehingga kami ikut bertanggung jawab,” katanya.
Ditegaskan, dukungan yang diberikan kepada kelurahan tersebut berupa pelatihan dan pemberdayaan. “Ya, kita support dengan pelatihan dan pemberdayaan,” tuturnya serius.

Lebih jauh ketua Karang Taruna Bismo menambahkan, karena kekompakan warga pihanya yakin program kampung wisata akan lebih mudah terealisasi. “Program kampung wisata Kampungdalem dirancang menggunakan sistem cluster, yakni dengan cara mengelompokkan potensi masyarakat berdasarkan wilayah tempat tinggal,” katanya.

Sedangkan penyusunan program unggulan pada masing-masing cluster tersebut, menurut Hanifah,  mengacu pada konsep dasar desa wisata dan juga hasil studi banding ke Yogyakarta. “Hasil studi banding ke Kelurahan Rejowinangun, Kota Gede, Yogyakarta, yang menjadi inspirasi kami,” lanjutnya.

Kelurahan Kampung Dalem memiliki 4 rukun warga (RW) dengan potensi yang berbeda, sehingga Kampung Dalem dibagi menjadi 4 cluster yang disesuaikan dengan potensi masing-masing RW.

Seperti RW 01 berpotensi budaya, maka dipotensikan menjadi Kampung Budaya. Karena masyarakat RW 01 mengembangkan seni lokal berupa reog, hadrah dan jaranan. Di kelompok ini terdapat makam Sunan Geseng yang dijadikan wisata religi sekaligus sebagai pusat upacara adat masyarakat Kampungdalem, seperti upacara Gerebeg Suro.

RW 02 dipotensikan sebagai kampung ramah anak. Ikon tersebut didasarkan pada program warga RW 02 dalam perlindungan perempuan dan anak, karena saat ini RT 03 dan RT 04 telah menjalankan program mematikan TV pada jam belajar masyarakat, yaitu mulai jam 16.00 – 19.00 WIB. Serta merokok di luar rumah bagi orangtua yang merokok.

RW 03 dijadikan kampung wira usaha, karena didasarkan pada lokasi RT 03 yang berdekatan dengan fasilitas publik seperti alun-alun Kota Kediri, serta potensi masyarakat yang beragam dalam bidang UMKM, seperti usaha warung kopi, rumah makan, bengkel, salon, laundry, penginapan dan keberadaan paguyuban PK5 Alun-Alun.

Sedangkan RW 04 dijadikan kampung hijau, karena di lingkungan RW 04 ini terdapat potensi penghijauan bahkan telah mendapatkan berbagai penghargaan dalam bidang lingkungan hidup. Terdapat pula bank sampah yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat sekitar.

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.