Keroyok 2 Pelajar, 5 Pemuda Ditahan

Nganjuk, koranmemo.com – Lima pemuda asal Jl Serayu Kelurahan Begadung Kecamatan Nganjuk, Dwi Susilo Utomo (20), Supartam (21), Suwardi (24), Yuswanto (21), VEA (15), dan PU (16), harus mendekam di tahanan Mapolres Nganjuk. Mereka ditahan lantaran melakukan penganiayaan terhadap dua pemuda saat hendak berangkat mengikuti pengesahan warga baru PSHT, Sabtu (29/10) malam sekitar pukul 23.15 WIB.

Dua pemuda tersebut,
Ainul Anam Al Farizky (18) pelajar asal Jl Wilis 2B Lingkungan Jarakan Kelurahan Kramat Kecamatan Nganjuk dan Feri Aprianto (18) pelajar Jl Wilis I Kelurahan Ganungkidul Kecamatan Nganjuk. Dalam kejadian ini, Anam mengalami luka robek pasa kepala sebelah kiri, mulut sebelah kiri, pelipis kiri dan telinga kanan lecet. Sementara Feri mengalami luka memar pada pipi kiri dan kanar serta alis.

Informasinya, kejadian itu berawal pada Sabtu (29/10) sekitar pukul 20.00 WIB, Feri berada di warnet dekat rumahnya. Kemudian sekitar pukul 23.00 WIB dia bersama Anam berangkat ke GOR Bung Karno dengan menggunakan sepeda motor Satu unit sepeda motor Honda Blade hitam nopol AG 6484 WN.

Karena semua jalan diblokir oleh aparat keamanan, keduanya membobol jalan alternatif agar bisa sampai di GOR dan mengikuti acara pengesahan warga baru PSHT. Lantas keduanya lewat Jl Serayu, berjalan dari timur menuju barat. Di tengah perjalanan, keduanya dihentikan oleh beberapa orang tidak dikenal, langsung mencekik dan memukuli wajah korban.

Karena merasa kalah jumlah, keduanya langsung melarikan diri ke arah barat. Waktu itu, mereka dicegat oleh aparat keamanan karena memang yang tidak berkepentingan dilarang masuk area pengesahan guna sterilisasi. Kepada petugas keamanan, mereka mengadukan hal yang dialaminya, dan melaporkan kejadian ini ke Mapolres Nganjuk.

Mendapat laporan, aparat keamanan yang telah siaga segera memburu keberadaan pelaku. Dalam tempo kurang dari 2 jam, akhirnya para pelaku pengeroyokan ini dapat dibekuk dan digelandang ke Mapolres Nganjuk. “Kelima pengeroyok masih menjalani penyidikan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar AKP Maksum, Kasubbag Humas Polres Nganjuk kepada Koran Memo. (jie)