Kerjasama Siswa dan Industri Ciptakan Wirausahawan

Kediri, Koranmemo.com – Program revitalisasi sekolah menengah kejuruan (SMK), diharapkan dapat meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Dalam program ini, siswa dituntut tak sekedar terampil sebagai tenaga kerja saja. Pihak sekolah yang menjalin hubungan antara kurikulum SMK dan dunia usaha serta dunia industri (DUDI). Kerja sama tersebut bertujuan agar para siswa dapat lebih memahami dan siap bekerja, bahkan sebgai pelaku wirausaha.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) wilayah Kediri, Trisilo Budi Prasetyo mengatakan, beberapa SMK baik di Kota dan Kabupaten Kediri sudah bekerjasama dengan DUDI. Pembelajaran teaching factory sangat diperlukan sehingga siswa SMK tidak hanya dapat mengoperasikan alat saja, tapi juga  menghasilkan produk yang berkualitas.

Menurut Trisilo, dengan adanya teaching factory, diharapkan dapat menekan angka pengangguran pasca lulus sekolah. “Jika siswa sudah terbiasa melakukan pekerjaan yang sejalan dengan materi pendidikan di sekolah, maka siswa akan siap menghadapi persaingan di dunia kerja. Sebagai contoh, siswa SMK Negeri 1 Kota Kediri sudah berhasil membuat mesin spinner untuk mengurangi kandungan minyak dalam makanan yang digoreng,” jelasnya saat ditemui Koranmemo.com, Senin (12/11).

Hasil produksi ini, lanjut Trisilo, tidak akan berkembang jika dukungan hanya dari pihak sekolah dan DUDI. Pihak orang tua juga harus memberikan dukungan, misalnya ikut memperkenalkan produk di sekitar lingkungan tempat tinggal. “Dari tingkat terkecil dulu. Mulai dari tingkat lingkungan rukun tetangga (RT) sehingga pemasaran juga dapat berjalan. Sedangkan dari siswa, harus pandai memanfaatkan media sosial. Karena dengan media sosial, cakupannya lebih luas,” sahut Trisilo.

Sementara itu, Bambang Eko, Kepala SMK Negeri 1 Kota Kediri menambahkan,  saat ini siswa sudah memiliki beragam produk, seperti mesin spinner dari jurusan teknik permesinan, bata ringan dari jurusan teknik bangunan, dan produk minuman sari buah dari jurusan teknik kimia industri. “Produk ini, kami pasarkan untuk ruang lingkup sekolah, masyarakat, bahkan sudah ada pemesan dari luar daerah. Kami juga kerjasamakan dengan dunia usaha dan industri supaya sistem pemasarannya lebih profesional,” ujarnya.

Hal itu sesuai dengan isyarat revitalisasi SMK di mana baik dari sisi kurikulum, pembelajaran, teaching factory, mutu lulusan, mutu tenaga pendidik dan kependidikan harus sinkron. “Selama proses pembelajaran di sekolah, para siswa sudah mendapat bekal untuk bekerja. Namun jika mereka memilih untuk membuka usaha sendiri, kan sudah tidak perlu khawatir lagi,” kata Bambang.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date