Kepung Rumah Resedivis Polisi Sita 197 Ribu Pil

Inilah resedivis kasus pil yang kembali masuk bui (agung/memo)
Inilah resedivis kasus pil yang kembali masuk bui (agung/memo)

Kediri, Memo-Satreskoba Polres Kediri kembali menangkap pengedar pil dobel L kelas kakap. Jika pekan lalu berhasil mengamankan sedikitnya 130 ribu butir pil dobel, kali ini satuan dibawah komando AKP Siswanto tersebut berhasil menyita 197 ribu pil dobel l.

Ratusan ribu pil dobel l itu disita setelah 6 anggota Satreskoba yang berpakaian preman mengepung rumah Adi Candra alias Sagi (27) pegedar kakap asal RT 004 / RW 002 Dusun Sumbernongko Desa Ngreco Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri, Minggu (9/11) sekitar pukul 05.00 WIB. Residivis bertato itu diringkus untuk kedua kalinya terkait kasus kepemilikan pil dobel l.

Informasi yang diperoleh Koran Memo, penangkapan tersangka yang pernah mendekam dipenjara pada tahun 2013 atas kasus yang sama ini, bermula dari polisi yang mendapatkan informasi jika ada mantan narapidana baru saja bebas, kembali teribat dalam bisnis peredaran pil dobel l.

Karena telah mengantongi identitas target operasinya, polisi lantas melakukan pengamatan terhadap aktivitas tersangka selama beberapa hari. Setelah yakin, pada Minggu sekitar pukul 05.00 WIB, sekitar enam anggota buru sergap memutuskan melakukan penggrebekan. Polisi menyebar anggota ke seluruh sudut luar rumah untuk mengantisipasi tersangka kabur saat digrebek.

Ketika pintu dibuka oleh salah satu kerabat tersangka, dengan menunujukkan surat penggeledahan, anggota polisi langsung menuju kamar tersangka. Ketika masuk, polisi mendapati tersangka sedang tidur pulas dan dengan mudah langsung menangkapnya. Selain menangkap tersangka, polisi juga menemukan sebuah kardus warna coklat yang ternyata berisi 197 ribu pil dobel l siap edar.

Kemudian tersangka berikut barang bukti dibawa ke ruang pemeriksaan Satreskoba Polres Kediri. Saat diperiksa, tersangka mengaku hanya sebagai kurir saja. Rencananya ratusan ribu butir pil itu akan di antar ke area persawahan pinggir jalan Kelurahan / Kecamatan Pesantren Kota Kediri, atas perintah orang berninisial Je.

Namun tersangka mengaku tidak tahu menahu siapa yang nantinya akan mengambil barang tersebut. Jika berhasil, oleh Je tersangka akan diberi upah Rp 700.000. Tersangka mengaku kenal dengan Je melalui salah satu teman kerjanya ketika kerja di Surabaya.

Saat itu tersangka mengeluh jika butuh uang untuk membayar sekolah anaknya. Sementara ketika kerja sebagai kuli bangunan gaji perhari Rp 30.000 dirasa tidak cukup. Maka ketika ditawari menjadi kurir narkoba, dia bersedia melakukannya.

Kasubbag Humas Polres Kediri, AKP Indono Heroe Joedo terkait penangkapan ini mengatakan jika yang ditangkap merupakan pemain lama dalam dunia narkoba. “Dulu dia ditangkap oleh Satreskoba Polres Kediri Kota pada tahun 2013, dan sempat mendekam dipenjara selama 1 tahun, 2 bulan. Tersangka kembali terlibat dalam bisnis ini dan dijerat pasal 197 Sub 196 No 36 tahun 2009 dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun penjara,” terang AKP Joedo. (ag)

Follow Untuk Berita Up to Date