Kepala Purel Kharisma Dibenturkan Lantai

*Rekontruksi Pembunuhan Purel Di Polres Tulungagung, Memo Rekontruksi kasus pembunuhan pemandu lagu alias purel Kharimas Ngunut, Ani Pesona (34) warga Desa Telogorejo Kecamatan Pagak Kabupaten Malang, Rabu (25/6) di gelar di depan Ruang  Reskrim Polres Tulungagung. Rekontruksi memang disengaja tidak digelar di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan di kost-kostan Lingkungan VI Desa/Kecamatan Ngunut dengan alasan untuk menghindari amukan massa yang bisa mengancam nyawa Supardi (38) pelaku warga Desa Sambidoplang Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung.              Kapolres Tulungagung AKBP Whisnu Hermawan Februanto melalui AKP Kasat Reskrim AKP Lahuri menjelaskan bahwa rencana rekontruksi sebelumnya berada di tempat kejadian perkara yang berada di lingkungan VI Desa / Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Namun berhubung situasi yang sangat rawan, maka rekontruksi dilaksanakan di depan Ruang Reskrim Polres Tulungagung.‘‘Karena situasi yang tidak memungkinkan, maka rekontruksi digelar di Polres Tulungagung,“ katanya.             Lahuri melanjutkan, dalam rekontruksi yang dilakukan Rabu (25/6) sekitar pukul 10.00 WIB  memperagakan 25 adegan dan semua berjalan lancar. Dan pelaku sudah mengakui perbuatannya sehingga penyidik tidak merasa kesulitan. Berdasarkan  hasil rekontruksi, korban meninggal dunia karena Kepalanya dibenturkan ke Lantai. Kemudian pelaku menyeret  korban ke kamar mandi  untuk dimasukan kedalam bak. “Pelaku langsung kabur,”pungkasnya.  (c1/JB)
*Rekontruksi Pembunuhan Purel Di Polres
Tulungagung, Memo
Rekontruksi kasus pembunuhan pemandu lagu alias purel Kharimas Ngunut, Ani Pesona (34) warga Desa Telogorejo Kecamatan Pagak Kabupaten Malang, Rabu (25/6) di gelar di depan Ruang Reskrim Polres Tulungagung. Rekontruksi memang disengaja tidak digelar di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan di kost-kostan Lingkungan VI Desa/Kecamatan Ngunut dengan alasan untuk menghindari amukan massa yang bisa mengancam nyawa Supardi (38) pelaku warga Desa Sambidoplang Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung.
Kapolres Tulungagung AKBP Whisnu Hermawan Februanto melalui AKP Kasat Reskrim AKP Lahuri menjelaskan bahwa rencana rekontruksi sebelumnya berada di tempat kejadian perkara yang berada di lingkungan VI Desa / Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Namun berhubung situasi yang sangat rawan, maka rekontruksi dilaksanakan di depan Ruang Reskrim Polres Tulungagung.‘‘Karena situasi yang tidak memungkinkan, maka rekontruksi digelar di Polres Tulungagung,“ katanya.
Lahuri melanjutkan, dalam rekontruksi yang dilakukan Rabu (25/6) sekitar pukul 10.00 WIB memperagakan 25 adegan dan semua berjalan lancar. Dan pelaku sudah mengakui perbuatannya sehingga penyidik tidak merasa kesulitan. Berdasarkan hasil rekontruksi, korban meninggal dunia karena Kepalanya dibenturkan ke Lantai. Kemudian pelaku menyeret korban ke kamar mandi untuk dimasukan kedalam bak.
“Pelaku langsung kabur,”pungkasnya. (c1/JB)

*Rekontruksi Pembunuhan Purel Di Polres

Tulungagung, Memo- Rekontruksi kasus pembunuhan pemandu lagu alias purel Kharimas Ngunut, Ani Pesona (34) warga Desa Telogorejo Kecamatan Pagak Kabupaten Malang, Rabu (25/6) di gelar di depan Ruang Reskrim Polres Tulungagung. Rekontruksi memang disengaja tidak digelar di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan di kost-kostan Lingkungan VI Desa/Kecamatan Ngunut dengan alasan untuk menghindari amukan massa yang bisa mengancam nyawa Supardi (38) pelaku warga Desa Sambidoplang Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung.

Kapolres Tulungagung AKBP Whisnu Hermawan Februanto melalui AKP Kasat Reskrim AKP Lahuri menjelaskan bahwa rencana rekontruksi sebelumnya berada di tempat kejadian perkara yang berada di lingkungan VI Desa / Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Namun berhubung situasi yang sangat rawan, maka rekontruksi dilaksanakan di depan Ruang Reskrim Polres Tulungagung.‘‘Karena situasi yang tidak memungkinkan, maka rekontruksi digelar di Polres Tulungagung,“ katanya.

Lahuri melanjutkan, dalam rekontruksi yang dilakukan Rabu (25/6) sekitar pukul 10.00 WIB  memperagakan 25 adegan dan semua berjalan lancar. Dan pelaku sudah mengakui perbuatannya sehingga penyidik tidak merasa kesulitan. Berdasarkan hasil rekontruksi, korban meninggal dunia karena Kepalanya dibenturkan ke Lantai. Kemudian pelaku menyeret korban ke kamar mandi untuk dimasukan kedalam bak.

“Pelaku langsung kabur,”pungkasnya. (c1/JB)

Follow Untuk Berita Up to Date