Kepala DPMPTSP Akui Masih Banyak Wisata di Jombang Tak Berizin

Share this :

Jombang, koranmemo.com РKepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jombang, Ilham Hero Koentjoro mengakui bahwa banyak wisata di kota santri masih belum lengkap proses izinnya, dan bahkan yang sudah memiliki pengurusan izin hanya beberapa saja.

“Untuk wisata yang berada di Kecamatan Wonosalam hanya 3 yang mempunyai izin, diantaranya wisata Kampung Djawi, Bajak Laut dan hotel baru bintang 3. Jadi untuk yang lainnya seperti seperti WTC, Kansa (Kandang Sapi) dan Bale Tani masih belum mempunyai izin lengkap, namun masih dalam proses,” ungkap Ilham kepada wartawan, Selasa (23/6) siang.Pihaknya juga mendorong kepada dinas terkait (Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Jombang untuk memberikan pembinaan dan sosialisasi ke pelaku usaha untuk segera mengurus izin, kepada para pelaku pariwisata di badan milik perorangan itu yang belum memiliki ijin lengkap namun sudah telah dibuka. Ilham juga meminta agar para pelaku wisata segera mengurus perizinannya terlebih dalam pengurusan ini juga sangat mudah.

“Untuk Pengurusan izinnya sama dengan usaha lainnya melalui OSS (Online Single Submission). Dengan begitu Pemkab juga mempunyai tujuan untuk mengembangkan pariwisatanya tapi juga harus menaati peraturan yang ada. Ya memang tujuannya untuk pengembangan wisata, tapi juga harus mempunyai izin, itu yang terpenting. Karena itu kita juga tidak mempunyai kewenangan dari dinas terkait (Disparpora), dengan diharapkan memang harus segera mengurus izin,” tutupnya.

Perlu diketahui sebelumnya, masa transisi new normal, sejak darurat Covid-19 sejumlah tempat wisata di Kecamatan Wonosalam sudah dibuka kembali dengan mengutamakan protokol kesehatan lengkap. Namun, hal ini bertolak belakang seperti yang disampaikan oleh Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab bahwa selama pasien positif Jombang masih tinggi, dan pihak Pemkab belum mengeluarkan Perbup terkait parwisata di kota santri dibuka kembali.

Bahkan orang nomor satu di Jombang ini juga menegaskan bahwa, jika ada pengelola atau management wisata yang nekat membuka wisatanya ditengah pandemic covid-19, maka akan ada tindakan tegas oleh aparat.

“Kalau ada yang buka (wisata) ya tidak bisa, nanti dulu, kan kemarin sudah ada kesepakatan. Pada pertemuan itu kita sepakati, persiapannya itu kayak apa, kemudian kalau sudah baru pemberitahuan ke kita (pemkab), nah nanti ada tim survei ke sana. Jika ada yang nekat buka, ya itu nanti bakal aparat yang turun,” ucap Bupati ketika usai rapat paripurna di gedung DPRD Jombang, Jumat (19/6) sore.

Reporter : Taufiqur Rachman

Editor Achmad Saichu