Kepala BNN: Peredaran Narkoba Paling Banyak Lewat Jalur Laut

Nganjuk, koranmemo.com – Kepala BNN Komjen .Heru Winarko melakukan pemantauan lokasi eks RSUD Kertosono Nganjuk yang akan dialihfungsikan menjadi rumah sakit rehabilitasi narkoba, Selasa (31/7). Pada kesempatan itu, kepala BNN menyampaikan pola peredaran narkoba mulai di tingkat nasional hingga masuk ke daerah-daerah.

Disampaikan, narkoba di Indonesia ini ada tempat yang cukup besar, seperti Jakarta, Medan, dan juga termasuk Jawa Timur. Pihaknya berharap BNN tidak hanya melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan, “Akan tetapi seperti di Surabaya tadi kita ekspos tindak pidana pencucian uang sebesar Rp 1,3 T. Satu sindikat saja sebesar itu,” ungkapnya beberapa saat usai memantau lokasi rumah sakit.

Disampaikan, adapun narkoba yang masuk ke daerah Kabupaten Nganjuk berasal dari daerah  besar, seperti Jakarta maupun Surabaya. “Melalui udara dan kemarin yang terbaru melalui kereta api, kemungkinan di stasiun ini yang berhenti dia (pengedar),” jelasnya.

Sementara itu, terkait penyelundupan narkoba dari internasional yang masuk ke Indonesia dilakukan dengan bermacam cara. Seperti melalui jalur udara dan juga laut. “Kebanyakan jalur laut, lewat perbatasan darat,” papar Irjen Heru.

Lebih lanjut, Kepala BNN  menyebut, dari sekian banyak kasus pengungkapan penyelundupan narkoba ke Indonesia, sejauh ini masih banyak yang lolos dibanding yang terungkap. “Kemungkinan banyak yg lolos, perbandingan antara 40 dan 60 persen. Makanya kita perbanyak operasi-operasi,” pungkasnya.

Reporter : Andik Sukaca

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date