Kepala BNN: Mari Bangkit Peduli Korban Narkoba

Share this :

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional seringkali dimaknai sebagai hari dimulainya semangat baru. Salah satunya semangat untuk bersama-sama memerangi narkoba dengan merehabilitasi para penyalahguna narkoba hingga sembuh. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kediri, AKBP Lilik Dewi Indarwati menganggap selama ini masih banyak pihak yang ‘tidur’ dan tidak peduli kepada para korban penyalahguna narkoba.

Kepala BNN Kota Kediri, AKBP Lilik Dewi Indarwati (yudha/memo)
Kepala BNN Kota Kediri, AKBP Lilik Dewi Indarwati (yudha/memo)

Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2015, AKBP Lilik Dewi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama bangkit memerangi penyebaran narkoba khususnya di Kota Kediri. Yakni dengan ikut mendukung program rehabilitasi 100.000 penyalah guna narkoba. Selain itu, para pengguna narkoba yang hingga saat ini masih menggantungkan dirinya kepada barang haram tersebut diharapkan segera bangkit untuk bisa lepas dari jeratan narkoba. “Mari bangkit dengan mendukung program rehabilitasi 100.000 penyalah guna narkoba” ujarnya.

Berikut wawancara eksklusif wartawan Koran Memo, Rochmatulloh Kurniawan (K) dengan Kepala BNN Kota Kediri, AKBP Lilik Dewi Indarwarti (L).

K: Bagaimana penyebaran narkoba selama ini khususnya di Kota Kediri?

L: Saat ini penyebaran narkoba sudah tidak lagi mengenal status. Bukan hanya remaja saja, bahkan anak usia sekolah dasar juga sudah ada yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Oleh karenanya, untuk menekan peredaran narkoba khususnya di Kota Kediri, perlu adanya peran serta seluruh lapisan masyarakat untuk melaporkan ke BNN agar para penyalah guna narkoba dapat segera direhabilitasi.

K: Apa yang harus dimiliki pertama kali oleh para penyalahguna narkoba agar bisa bangkit dan lepas dari jerat narkoba?

L: Yang awal harus dimiliki adalah niat dari dalam diri para pengguna narkoba. Karena proses penyembuhan dari ketergantungan narkoba juga tidak sulit. Tergantung niat dari masing-masing individu. Meski faktor ketergantungan dan intensitas pemakaian narkoba juga menjadi perhitungan tersendiri. Harus ada keinginan bangkit dari dalam diri untuk bisa sembuh dari narkoba.

K: Bagaimana seharusnya peran masyarakat terhadap para penyalah guna narkoba?

L: Masyarakat harus lebih peduli terhadap penyebaran narkoba di lingkungannya. Terlebih lagi keluarga karena perannya sangat penting dalam menghentikan peredaran narkoba. Karena apabila terus dibiarkan, bukan tidak mungkin narkoba akan masuk ke keluarga kita sendiri. Apabila mengetahui anggota keluarga, kerabat, tetangga atau siapapun menjadi pengguna narkoba, maka langsung laporkan ke BNN Kota Kediri untuk segera direhabilitasi. Jangan sampai menunggu ditangkap polisi karena proses akan terus dilakukan. Tapi apabila apabila melapor ke BNN tidak akan dipenjara, namun akan direhabilitasi secara gratis hingga sembuh.

K: Berapa jumlah penyalahguna narkoba yang saat ini sudah menjalani rehabilitasi di BNN Kota Kediri?

L: Saat ini yang rawat inap ada 1 orang. Dan yang sedang rawat jalan ada 28. Serta ada yang masih dalam proses pendampingan ada 13 orang. Selain dari Kota Kediri, kita juga siap melakukan rehabilitasi para penyalah guna narkoba yang berasal dari luar Kota Kediri.

K: Bagaimana cara yang paling mudah untuk mencegah terus beredarnya narkoba?

L: Yang paling penting adalah bagaimana cara untuk memutus mata rantai peredarannya. Ibarat kita membuka sebuah warung, kalau tidak ada pembeli, lama-lama kita akan bangkrut. Sama seperti bandar narkoba. Apabila sudah tidak ada pembelinya, dia juga akan bangkrut.

K: Kendala apa yang sering dieluhkan para pengguna narkoba saat hendak lepas dari narkoba?

L: Mereka seringkali masih cenderung takut dengan komunitasnya. Yaitu teman-teman mereka sesama pemakai. Padahal sebenarnya mereka ingin sembuh. Makannya kita lakukan pendekatan. Selain itu ada juga yang masih memiliki keragu-raguan. Apakah benar mereka akan direhabilitasi atau malah dipenjara. Oleh karenanya, kita yang harus meyakinkan dan bertanggung jawab. Bahwa para pengguna narkoba tidak akan dipenjarakan. Namun akan direhabilitasi.(kur)