Kepala BNN Kota Kediri: Penyalahgunaan Sabu Masih Tinggi

Share this :

Kediri, koranmemo.com — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kediri menilai penyalahgunaan narkotika di Kota Kediri masih cukup tinggi. Berdasarkan hasil rekapitulasi Tim Asesmen Terpadu (TAT) BNN Kota Kediri, zat utama yang disalahgunakan yaitu methamphetamine yang terkandung dalam narkotika golongan I jenis sabu.

Kepala BNN Kota Kediri, AKBP Bunawan menjelaskan, berdasarkan hasil rekapitulasi sejak awal tahun 2020 sampai Juni, setidaknya ada 12 kasus. “Dari hasil pemeriksaan kami, ke-12 kasus ini ada yang berjenis kelamin perempuan,” jelasnya, Sabtu (27/6) malam.

Dari data yang diperoleh Koranmemo.com, ke-12 kasus tersebut ada 10 laki-laki dan 2 perempuan. Sementara untuk permohonan TAT sendiri dari Polresta Kediri sebanyak 10 kasus dan Polsek Mojoroto ada 2 kasus.

Beruntung, untuk zat lainnya seperti amphetamine, Cocaine (COC), Benzodiazepin (BZO), Tetrahidrokanabinol (THC), dan Morphin (MORP) belum ada kasus.

Ditambahkan, meskipun masih ada penyalahgunaan narkotika, namun untuk transaksi barang haram tersebut cukup landai. “Menurut hasil pantauan kami, masih cukup landai, tidak begitu meningkat. Namun, dari informasi yang diperoleh, justru jumlah pemakai ada peningkatan,” ujarnya.

AKBP Bunawan mengatakan, peningkatan tersebut terjadi selama pandemi Covid-19. Karena, jumlah transaksi menurun sehingga jumlah pemakai meningkat. “Kami juga masih berupaya menyelidiki dari mana barang itu diperoleh,” imbuhnya.

Dikatakan,selain melakukan penyelidikan, BNN Kota Kediri juga bersinergi dengan pihak kepolisian untuk melakukan ungkap kasus hingga penangkapan pelaku. “Koordinasi dan sinergi terus kami lakukan, dari teman-teman kepolisian juga sering ungkap. Mudahan dalam waktu dekat ini kami bisa lakukan ungkap dan penangkapan,” tuturnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu