Kenal Lewat Medsos, ABG Digilir 6 Pemuda

Malang, koranmemo.comDiduga sering melihat film porno, enam pemuda Kabupaten Malang diduga nekat memperkosa Anak Baru Gede (ABG) sebut saja Bunga (11) bukan nama sebenarnya dengan cara digilir. Keenam pelaku yang rata-rata masih berumur belasan tahun yaitu  RF (18), AZ (22), AA (17)  SW (18), EM, (16), dan MA, (16) mereka merupakan warga Dusun Gunung Kunci, Desa Jabung, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Polisi yang menerima laporan langsung melakukan penangkapan terhadap keenam pelaku,Rabu (17/07) . Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya mereka dijeblodkan sel tahanan Mapolres Malang.

Kanit PPA Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana menjelaskan keenam tersangka berbuat cabul berawal dari perkenalan RF dengan korban di media sosial Facebook. Perkenalan mereka dilakukan pada hari Selasa (09/07).

“Penasaran ingin ketemu, akhirnya tersangka RF dan AZ menjemput korban di rumah korban yang tak jauh dari kediamannya,” ujarnya, Kamis (18/07).

Dijelaskan, setelah dijemput, korban diajak keduanya ke salah satu warung di Dusun Kunci. Di sanalah empat tersangka lain yakni AA, SW dan EM sudah terlebih dahulu nongkrong. Usai berbincang dengan korban, RF memberanikan diri untuk mengajak korban ke rumahnya.

“Di dalam rumah itulah, tersangka RF mengajak paksa korban berhubungan intim layaknya suami istri. Mirisnya, usai berhubungan badan, AZ ingin menikmati korban pula,” terangnya.

Namun saat itu korban menolak, hingga akhirnya hanya menyentuh bagian sensitif korban. Tak berselang lama, RF membawa korban kembali ke warung kopi.

Lagi-lagi korban diajak berbuat dosa. SW yang sudah menunggu korban ingin mencabuli korban di sebuah kebun di dekat warung. Pada malam harinya, korban diajak ke rumah AA. Di sana, EM dan MA ingin menyentuh bagian tertentu dari tubuh korban.

 “Perbuatan asusila tersebut dilakukan secara bergiliran. Tidak hanya satu TKP, tetapi dilakukan di tiga TKP berbeda. Saat dicabuli, korban dalam kondisi sadar. Tapi karena korban ini lugu yang masih anak-anak itulah, sehingga saat dicabuli tidak berontak,” ucap Yulistiana.

Enam tersangka itu ditangkap berawal dari laporan orang tua korban yang sudah mendengar cerita yang dialami anaknya. Akhirnya polisi melakukan penyelidikan hingga mengamankan tersangka di rumahnya masing-masing.

RF salah satu tersangka mengungkapkan, dirinya melakukan perbuatan tak senonoh hanya karena dasar perasaan suka sama suka.

“Saya mengantarkannya sampai di jalan dekat rumahnya. Hanya sekali menyetubuhi, karena suka sama suka,” beber RF.

Sementara tersangka lain terlihat menangis tersesal atas perbuatannya dihadapan penyidik. Mereka mengungkapkan bahwa hanya ikut-ikutan saja tanpa pikir panjang.

“Saya hanya ikut-ikutan. Memegang dan menciumnya. Tidak ikut melakukan persetubuhan,” beber tersangka MA dan EM dihadapan penyidik.

Pelaku dijerat dengan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,sedangkan korban dilakukan trauma healing.

Reporter Arief juli prabowo

Editor Achmad Saichu