Kenal Lewat FB, Pelajar Kejar Paket C Setubuhi Remaja di Villa Batu

Share this :

Batu, koranmemo.com – Ini mungkin menjadi pelajaran bagi orang tua yang kurang memberikan perhatian kepada anaknya,terlebih mengenai media sosial. Remaja sebut saja KL (16) warga Kabupaten Malang, disetubuhi pria yang baru dikenalnya lewat media sosial Facebook (FB) sebanyak 2 kali selama 2 bulan perkenalan.

Pelaku tak lain YR (18) warga Poncokusumo Kabupaten Malang ini harus berhadapan dengan pihak berwajib, setelah keluarga korban melaporkan kejadian tersebut. Kini guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku yang juga masih pelajar kejar paket C ini meringkuk di sel tahanan Mapolres Batu guna proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, SIK.MIK, dalam keterangan pers mengatakan jika pelaku ditangkap setelah anggota satreskrim menerima laporan dari orang tua korban.

“Menurut laporan orang tua korban, setelah KI diajak menginap di vila itu, korban dipulangkan ke rumah kakeknya. Keduanya sama-sama warga Poncokusumo. Sore harinya KI bercerita kepada ayahnya tentang perbuatan asusila itu, dan dilanjutkan laporan ke Polres Batu pada 29 Oktober 2019,” jelasnya,Senin (12/11).

Dijelaskan kejadian persetubuhan ini berawal dari perkenalan antara korban dan pelaku di media sosial Facebook, dari perkenalan tersebut akhirnya keduanya saling tukar nomor handphone.

” Setelah saling kenal akhirnya pelaku dan korban sering berkomunikasi,hingga dua bulan berjalan, pelaku menjemput korban pada 23 Oktober 2019 untuk pergi ke sebuah vila di daerah Songgoriti Kota Batu,” jelasnya.

Setelah disetubuhi, korban menceritakan jika dirinya baru saja disetubuhi pelaku kepada kedua orang tuanya. Bagai disambar petir akhirnya kedua orang tua korban langsung melaporkan kejadian ini ke polisi.

Mendapat laporan tersebut dan didukung dengan barang bukti hasil visum. Akhirnya polisi tidak membutuhkan waktu lama, setelah laporan masuk, tersangka langsung dibekuk di kediaman kakak kandungnya di Gondanglegi, Kabupaten Malang.

“Pelaku kami tangkap dan tidak ada perlawanan serta mengakui langsung perbuatannya dan kami bawa ke Polres Batu,” imbuhnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat Pasal 1 UU RI no 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU RI no 23 tahun 2002. Yang telah dirubah kedua dengan UU RI no 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

Reporter: Doi Nuri
Editor: Arif Juli Prabowo