Kenaikan Harga Garam Bisa Picu Inflasi

Share this :

Kediri, Koranmemo.com – Harga garam yang terus melambung , membuat sejumlah kalangan khawatir. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, jika harga itu terus mengalami kenaikan akan memicu harga komoditas lainnya ikut naik.

Menjelang bulan Agustus 2017, harga garam memang terus melambung. Data yang dihimpun, dalam satu karung harga garam bisa mencapai Rp 65 ribu. Kondisi ini membuat BPS was-was karena bisa dimungkinkan bulan agustus nanti inflasi di Kota Kediri bisa meningkat drastis.

Adi Wijaya Kasi Statistik dan Distribusi BPS Kota Kediri mengatakan, sejumlah komoditas yang perlu dihawatirkan bisa memicu inflasi adalah garam halus yang semakin langka. Untuk menjaga agar tidak terjadi inflasi yang tinggi, Adi berharap masyarakat bisa menggunakan garam secukupnya.

“Yang kita khawatirkan saat ini harga garam halus yang terus meningkat. Jika ketersediaan garam masih belum tercukupi dan harga terus melambung naik, kita khawatirnya bisa menyumbang inflasi di bulan Agustus ini,” ujarnya.

Sementara, bawang merah dan telur ayam ras masih menjadi penyumbang inflasi terbesar di Bulan Juli 2017. Dimana,  telur ayam ras mengalami kenaikan harga sebesar 8,41 persen sedangkan bawang merah kenaikan harga mencapai 9,77 persen. Kedua komoditas ini meyumbang inflasi di Bulan Juli sebesar 0,04 persen.

Reporter: Zayyin Multazam

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz