Kena OTT, Kades Pojok Dipecat tapi Tidak Ditahan

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Kepala Desa (Kades) Pojok Kecamatan Garum Kabupaten Blitar, Handoko yang terkena OTT Saber Pungli sudah ditetapkan bersalah oleh Pengadilan Tipikor Surabaya dengan vonis 5 bulan penjara.

Pihak Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Bagian Pemerintahan rupanya sudah memberhentikan jabatan kepala desa terhadap yang bersangkutan.

Kepala Bagian Pemerintahan Pemkab Blitar, Suhendro Winarso saat ditemui membenarkan kalau Kades Pojok, Handoko sudah diberhentikan sementara. Bahkan semenjak kades mengikuti serangkaian tahapan hukum di pengadilan. “Sejak 19 September lalu kita sudah membuat surat penghentian sementara untuk kades pojok ini,” ungkap Suhendro Winarso.

Diterangkan agar masyarakat tidak salah sangka dengan Bupati Blitar yang tidak segera memecat Kades Pojok karena selama ini ada anggapan kalau Kades Pojok sudah benar bersalah oleh pengadilan tapi dibiarkan saja.

Tapi untuk pemecatan pemerintah memerlukan petikan dari Pengadilan Tipikor Surabaya sebagai dasar hukum. Pemerintah sudah mengambil tindakan memperhentikan sementara dan jabatan kades diserahkan kepada pelaksana tugas (Plt).

“Peraturan birokrasinya memang begini. Memang kita memerlukan petikan pengadilan tersebut padahal kita sudah menyurati menagih petikan itu. Tapi apa boleh buat itu kewenangan pengadilan dan kita tidak bisa memaksa mereka,” terangnya.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar, Safi Hadari mengatakan, Kades Pojok saat ini belum bisa ditahan. Sebab petikan dari pengadilan juga belum turun ke Kejari.

“ Memang ada yang divonis langsung ditahan. Tapi pada kasus ini memang pengadilan tak memerintahkan menahan jadi kita tunggu saja petikan itu turun. Kalau turun bisa langsung di eksekusi. Dari pengalaman seperti Kades Soso dulu sekitar dua bulan baru turun. Kita tunggu saja mengingat Kades Pojok baru satu bulan divonis,” katanya.

Reporter: Arief Juli Prabowo

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.