Kemenag Kota Malang Bersama Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Canangkan Zona Integritas

Share this :

Malang, koranmemo.com – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang mendeklarasikan pencanangan Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Deklarasi tersebut turut dihadiri Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Muhammad Ali Ramadhani, serta Forkopimda Kota Malang, di gedung Aula MAN 2 Malang, Kamis (17/9).

Kepala Kemenag Kota Malang, Muhtar Hazazawi menuturkan, Kemenag Kota Malang ingin menyumbang satu ZI kepada pemerintah,dalam mewujudkan WBK dan WBBM. Jadi kemenag tidak lagi hanya sekedar menjadi penyeimbang, tetapi harus maju ke depan.

“Itu sebabnya kami ingin melakukan zona integritas di Kemenag Kota Malang ini, juga layanan unggulan. Transformasi biasa menjadi luar biasa, menjadi service excellence,” ujarnya.

Selain itu, Kemenag Kota Malang juga meluncurkan 5 inovasi teknologi digital. Di antaranya, Sistem Perpustakaan Madrasah Terpadu (SiP MADU),  Digitalisasi Data Madrasah, Guru dan Lembaga Keagamaan Islam (DITAMANIS), Legalisir Online (LeGO), Surat Rekomendasi Umrah (SuruQ) dan Disposisi Online (DiPO).

“Ada satu transformasi layanan dari yang dulu seperti biasa menjadi lebih melayani kepada masyarakat. Kepuasan masyarakat menjadi utama itu target saya. Service excellence, pelayanan yang service excellence itu yang nomor satu,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Muhammad Ali Ramadhani sangat mengapresiasi proses pendidikan di Kota Malang yang selalu mengadaptasi setiap perkembangan teknologi menjadi bagian dari proses pembelajaran. Jadi proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, efisien, optimal dan mudah.

“Secara prinsip, integritas itu mengawali setiap hikmah kita di masyarakat. Karena tanpa nilai itu, boleh jadi hikmah kita berada di ruang-ruang gelap. Yang terpenting pertama tidak korupsi, tidak kenal narkoba, kemudian menjauhi dari ruang-ruang yang sifatnya asusila dan tidak bermoral. Lalu dikuatkan pelayanan publiknya,” tuturnya.

Di Sisi lain, Wali Kota Malang, Sutiaji menambahkan, tujuan utama dari pencanangan ZI tersebut yaitu untuk mewujudkan birokrasi bersih tanpa korupsi. Jika ZI terwujud, tentu kepercayaan masyarakat terhadap institusi semakin naik.

“Ketika kepercayaan masyarakat terhadap institusi naik, maka legitimasi dari institusi pasti semakin kokoh. Disaat legitimasi institusi, pemerintah semakin kokoh, maka seluruh program pasti dapat dukungan. Ketika antara kita (Institusi) dengan masyarakat sudah saling percaya maka kekokohan negara kita semakin kuat. Inilah yang saya kira menjadi kekuatan kita semua,” pungkasnya.

Reporter: Mokhammad Sholeh

Editor: Della Cahaya