Kembangkan Kasus, Tim Rajawali 19 Tangkap Dua Terduga Pengedar Sabu

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Janji untuk membongkar jaringan peredaran sabu-sabu yang dilontarkan pentolan Tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk, rupanya bukan isapan jempol belaka.

Diketahui sebelumnya, tim antinarkoba ini mengamankan DF, terduga pengedar sabu-sabu asal Dusun Jatisari Desa Ngangkatan Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk.

Setelah dikembangkan, akhirnya unit opsnal menggulung Ron (30) sopir asal Dusun/Desa Pohkerep Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk, dan Fer (37) sopir warga Lingkungan Babadan Kelurahan Werungotok Kecamatan/Kabupaten Nganjuk, Senin (12/10).

Tersangka Ron ditangkap pada Senin (12/10) sekitar pukul 10.30 WIB di depan bengkel motor wilayah Desa Bagorwetan Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk. Sedangkan tersangka Fer dibekuk pada sekitar pukul 12.00 WIB di rumahnya.

Baca Juga: Upacara Peringatan Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Nganjuk Dimeriahkan Atraksi Petugas Damkar

“Penangkapan ini rangkaian dari tersangka DF yang diamankan sebelumnya atas kepemilikan sabu-sabu. Mereka satu jaringan,” ujar Iptu Rony Yunimantara Kasubbag Humas Polres Nganjuk kepada koranmemo.com, Selasa (13/10).

Rony menjelaskan, setelah tertangkapnya DF, petugas terus mengorek keterangan. Akhirnya DF buka mulut jika sabu tersebut rencananya akan diantar oleh temannya.

“Setelah ditunggu, pada Senin 12 Oktober 2020 sekitar pukul 11.00 WIB, akhirnya teman DF inisial Ron ini dapat diamankan bersama barang bukti plastik klip berisi sabu dengan berat kotor 0,40 gram, sebuah ponsel, dan sepeda motor Honda beat nopol AG 6496 XP,” ungkap Rony.

Dari hasil introgasi, Ron mengaku jika sabu itu merupakan pembelian DF, dari Fer. Mendapat keterangan, Tim rajawali 19 segera mencari keberadaan Fer di lingkungan wilayah Kelurahan Werungotok Kecamatan/Kabupaten Nganjuk.

“Sekitar pukul 12.00 WIB, Fer dapat ditangkap di rumahnya, dengan barang bukti 1 plastik klip berisi sabu berat kotor 0,29 gram, 1 plastik klip berisi sabu berat kotor 0,24 gram, sebuah gunting warna hitam, isolasi warna hitam, dan sebuah ponsel,” beber Rony.

Selanjutnya, kedua pelaku bersama barang bukti diserahkan ke Satresnarkoba Polres Nganjuk untuk proses penyidikan lebih lanjut. “Keduanya masih menjalani penyidikan,” pungkasnya.

Baca Juga: Bawa Sabu, Pemuda Rejoso Disikat Tim Rajawali 19 Polres Nganjuk

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Nganjuk Iptu Pujo Santoso mengatakan, setelah dilakukan intrograsi, tersangka Fer mengaku jika sabu tersebut didapat dari seseorang di wilayah Kabupaten Jombang.

“Pengakuannya begitu, tapi kami tidak serta merta percaya begitu saja. Saat ini kami masih mengorek keterangan. Tunggu saja hasilnya,” tukas mantan Kanit Reskrim Polsek Warujayeng ini.

Menurut keterangan Fer, setiap transaksi selalu menggunakan sistim ranjau di suatu tempat yang telah disepakati. “Kami masih melakukan pengembangan dan pendalaman terkait kasus ini,” jelasnya.

Editor: Muji Hartono