Kematian 7 Ekor Sapi Masih Misterius, Ini Komentar Disnakkan

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Kendati sudah satu bulan pasca insiden tujuh ekor sapi milik peternak di Desa Purworejo, Kecamatan Srengat yang mati misterius, namun Pemkab Blitar masih belum mengetahui penyebab pastinya.

Meski sudah mengirim spesimen dari sapi-sapi yang mati mendadak awal April 2018 lalu ke laboratorium di Yogyakarta, tapi hingga sejauh ini Pemkab Blitar belum menerima ketepatan diagnosa atas insiden tersebut.

“Kami sempat mendengar informasi tentang hasil lab spesimen tujuh ekor sapi itu tidak ditemukan secara pasti penyebab kematiannya. Sehingga harus dilakukan uji lab secara lebih detail lagi,” ungkap Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Disnakkan Kabupaten Blitar, Yuda Satya Wardhana.

Untuk itu, menurutnya, sebagai bahan pembanding pihaknya juga telah mengirim spesimen ketujuh sapi yang mati mendadak itu ke laboratorium di daerah Bogor. “Hanya saja, kita tidak bisa menentukan kapan hasilnya akan keluar. Karena untuk proses pemeriksaan membutuhkan waktu yang panjang. Ya, kita harus tetap menunggunya,” tutur Yuda.

Ketika ditanya langkah antisipasi agar insiden kematian mendadak sapi-sapi milik peternak di di Desa Purworejo, Kecamatan Srengat, tidak terulang lagi, Yudi menegaskan baru akan bergerak setelah hasil uji laboratorium tentang detail diagnosanya keluar.

“Setelah hasil uji lab nanti disampaikan maka kita akan segera melakukan tindakan antisipasi agar hal ini tidak terjadi kembali di Kabupaten Blitar,” katanya.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan petugas di lapangan, gejala yang dialami tujuh sapi sebelum mati diantaranya kenaikan suhu tubuh yang tidak wajar serta dibarengi dengan kelumpuhan beberapa ekor sapi.

Reporter: Arief juli prabowo

Editor: Achmad Saichu