Kemarau Panjang, Banyak Tanaman Padi Mengering

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Tanaman padi milik petani di Kecamatan Mojoroto Kota Kediri banyak yang mengering. Meskipun masih ada air irigasi, namun tanaman padi tidak tumbuh maksimal bahkan petani harus menunggu munculnya tanaman padi baru setelah melakukan tanam pada akhir Oktober lalu.

Salah satu petani, Sumaji mengatakan, saat ini padi sudah memasuki usia 50 hari. Normalnya, usia 50 hari tanaman padi mencapai tinggi 30 sentimeter, namun tanaman padi di area sawah hanya berkisar 20 sentimeter saja. “Biasanya pertumbuhan cepat, tapi sekarang masih belum maksimal,” ucapnya, Selasa (3/12).

Menurutnya, meskipun dialiri air dari saluran irigasi maupun air dari sumber, tanaman padi tidak kunjung tumbuh. Saat ini justru rumput yang tumbuh lebat di area sawah. Jika tidak dilakukan perawatan, tanaman padi cepat mengering dan akhirnya gagal tanam. “Kalau kekeringan seperti ini, bisanya banyak yang mati. Untung tanaman di sawah saya masih bertahan,” imbuhnya.

Padi yang masih bertahan ini, kata Sumaji, tidak akan muncul butir padi. Dia dan para petani lainnya berharap segera turun hujan dan air mencukupi untuk lep (air menggenangi sawah). Jika air mencukupi sampai bisa membasahi sawah, tanaman padi akan muncul bibit baru dan bibit lama akan hilang. “Kalau hujan, harapannya ya anak padi bisa dirawat meskipun harus mulai dari nol lagi,” ucap Suparmi, petani lainnya.

Musim seperti ini, lanjutnya, jika tetap diberikan pupuk justru membuat tanaman padi cepat mengering. Karena, pupuk justru membuat tanah semakin panas dan rumput justru tumbuh subur. Sebab, perbandingan antara pupuk dan air tidak seimbang. Menurutnya, lahan sawah di area ini hanya cocok ditanami padi, berbeda dengan lahan lain di sekitar yang bisa ditanami jagung.

Alasannya, jika musim hujan volume air meningkat dan membawa sisa pupuk dari lahan sawah yang berada di dataran yang lebih tinggi. Dengan demikian, kondisi tanah hanya cocok ditanami padi. “Kalau kering seperti ini ya yang penting tanaman padi dipertahankan supaya tidak mati. Meskipun kering, kalau sudah hujan nanti muncul bibit baru dari bibit lama,” ujarnya.

Munculnya bibit baru ini, lanjutnya, bibit tanaman padi yang sudah ditanam belum sampai muncul butiran padi. Akhirnya, tanaman padi akan regenerasi meskipun tidak sebagus tanaman pertama. Jika kembali menanam bibit baru, maka petani akan mengalami kerugian. Alasannya, petani harus mulai menabur benih, merawat bibit, dan melakukan tanam ulang.

Untuk melakukan proses dari awal, petani harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan, beberapa petani memotong tanaman padi yang mulai mengering untuk pakan ternak. Karena, lahan sawah saat ini lebih banyak ditumbuhi rumput jika dibandingkan jumlah tanaman padi itu sendiri. “Kalau airnya menggenang, rumput tidak bisa tumbuh,” pungkasnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu