Keluarga Korban Dugaan Penelantaran Pasian RS Siti Khodijah Lapor ke Polresta Sidoarjo

Share this :

Sidoarjo, koranmemo.com – Anak kandung mendiang Supariyah, (67) warga Jl. Suningrat, Taman, Sidoarjo pasien rumah sakit Siti Khadijah yang meninggal atas dugaan kasus ‘penelantaran pasien’ mengambil tindakan hukum dengan mengadukan kasus tersebut ke Polresta Sidoarjo, Selasa, (30/1/2018)

Kuasa hukum keluarga korban, A. Yunus mengatakan, dirinya saat ini diberikan kuasa perihal perkara rumah sakit Siti Khodijah, Taman, Sidoarjo yang menelantarkan ibu kliennya hingga meninggal dunia yang sedang viral di media sosial (medsos).

Dikatakan, pelaporan tersebut akan ditujukan ke instansi dan secara khusus kepada perawat yang saat itu sedang bertugas. Selain itu, tuntutan diperbaikinya mekanisme di dalam Rumah Sakit Siti Khodijah itu sendiri.

Sebelumnya, tambah Yunus, pihak keluarga sudah menunggu itikad baik dari pihak RS. Namun, hingga sekarang tidak diindahkan.

” Karena kami sudah dua kali memberikan surat teguran. Pertama tertanggal 10 Januari 2018, tidak diindahkan. Tanggal 16 Januari 2018 pihak keluarga menginginkan ketemuan secara internal. Namun gak digubris lagi. Sehingga, tanggal 17 Januari kita keluarkan surat somasi yang kedua, ” papar Yunus di ruang SPKT Polresta Sidoarjo, Selasa, (30/1/2018)

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Himawan Bayu Aji membenarkan atas adanya laporan tersebut. Menurutnya, laporan tersebut akan diperiksa, dianalisa dan diteliti untuk kemudian ditindaklanjuti ketingkat selanjutnya.

” Utamanya, dokumen harus lengkap. Saat ini masih dilakukan proses pemeriksaan oleh penyidik. Sehingga nantinya bisa memperjelas laporannya,” terang alumni sekolah perwira polisi tahun 1995 itu usai melihat aduan dari pihak keluarga mendiang Supariyah di ruangan SPKT, Polresta Sidoarjo.

Setelah dokumen dinyatakan lengkap, lanjut Himawan, pihaknya akan memberikan surat laporan polisi (LP) sebagai bukti pelaporan.

Lebih jauh Himawan menuturkan, selain dokumen-dokumen dilengkapi untuk kebutuhan penyidikan, pengumpulan keterangan dari saksi juga diperlukan.

“Terkait profesi kedokteran, tidak menutup kemungkinan melibatkan IDI dan MKD,” pungkasnya.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.