Kekayaan Walikota Capai Rp 121 M

Share this :

Madiun, koranmemo.com –  Tersangka kasus dugaan korupsi dan gratifikasi pembangunan proyek Pasar Besar Kota Madiun (PBKM), Walikota Madiun Bambang Irianto, ternyata punya kekayaan yang sangat fantanstis. Dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada saat maju untuk kedua kalinya dalam Pilkada 2014-2019 lalu, Bambang memiliki total kekayaan senilai Rp 121.948.149.770 dan 60.000 USD.
Data itu sesuai surat pengumuman KPU Kota Madiun bernomor 445.270/KPU.Kota-014.329982/VII/2013.  “Data itu yang mengeluarkan KPK. Saat itu calon Walikota dan Wakil Walikota mengisi formulir yang disediakan KPK. KPU hanya terima jadi saja,” kata Komisioner KPU Kota Madiun, Latutik Mukhlisin.

Sayangnya, Latutik tidak mengetahui secara detail harta kekayaan Bambang Irianto. Dia berdalih, pada saat pendataan dan verifikasi dilakukan oleh KPK. “Kami tidak tahu detailnya,”tandasnya.

Sementara pernah diberitakan Koran Memo, ketika petugas dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memeriksa kekayaan milik Bambang pada 2014,  Bambang juga mengklaim, omzet usaha yang dimiliki mencapai Rp 12 miliar dalam satu harinya. Dari data yang dilaporkan, total harta Bambang sebesar Rp 120 miliar dan 10 ribu dolar, dengan hutang sebesar Rp 18 miliar.

Kekayaan tersebut meliputi harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan sebesar Rp 98 miliar, harta bergerak meliputi alat transportasi dan mesin sebesar Rp 3,2 miliar, perkebunan sebesar Rp 100 juta. Harta bergerak lainnya Rp 2,5 miliar, surat berharga Rp 9,7 miliar, giro dan setara kas lainnya Rp 7 miliar dan 10 ribu dolar.

Diketahui, KPK menetapkan Bambang Irianto sebagai tersangka dalam kasus proyek PBM senilai Rp. 76,5 miliar. Bambang dijerat dengan Pasal 12 huruf I atau Pasal 12 B atau Pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (adi/jur)