Kejari akan Panggil Pejabat RSUD Ngudi Waluyo Wlingi

Share this :

f-korupsi copy*Dugaan Korupsi Dana Kesehatan Masyarakat

Blitar,Memo-Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar akan memanggil sejumlah pejabat di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar terkait dugaan korupsi dana kesehatan masyarakat (kesmas) melalui dana klaim Jamkesmas, Jampersal dan Jamkesda tahun 2012 hingga tahun 2013. Akibat tindak pidana ini negara dirugikan Rp 771.115.230.

Kasi Pidsus Kejari Blitar Yudi Istono SH membenarkan telah melakukan penyelidikan atas kasus dugaan korupsi dana kesmas di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

“Benar memang sudah masuk laporan pengaduan dari KRPK, tentunya kita akan melakukan penyelidikan terus dan akan memanggil beberapa pejabat di lingkup RSUD Ngudi Waluyo Wlingi,” terangnya.

Data terbaru mengenai dugaan korupsi tersebut yakni tidak samanya kode rekening pada penerima tim pengelola program Jamkesmas tersebut. Patut diduga jika SK direktur rumah sakit RSUD Ngudi Waluyo Wlingi ini terkesan cari untung saja.

Seperti yang diberitakan sebelumnya praktik dugaan korupsi pada dana jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar mulai terkuak setelah Komite Rakyat Pemberantasan Korupsi (KRPK) melaporkan temuan dugaan korupsi tersebut ke Kejaksaan Negeri Blitar, Selasa (15/07) pukul 13.00 WIB.

Dalam laporannya tersebut pihak RSUD Ngudi Waluyo ini diduga telah melakukan tindak pidana korupsi senilai Rp 771.115.230 yang diperoleh dari pemotongan anggaran insentif yang diterima oleh tim pengelola program jamkesmas,jampersal dan jamkesda pada tahun 2012 dan 2013.

Sementara itu Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dr. A. Loekqijana, .MARS saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan korupsi dana jamkesmas, terkesan menutupi dan enggan berkomentar.(rif)