Kejaksaan Telusuri Aliran Dana Jamkesmas RSI Al Arafah

Rsi Al ArafahKediri, Memo-Tersangka kasus penggelapan dana Jamkesmas Rumah Sakit Islam (RSI) Al Arafah Kota Kediri, Nur Yasin, yang sudah dijebloskan ke tahanan ternyata harus kembali memenuhi surat panggilan penyidikan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri.

Menurut Budi Nugroho, Kuasa Hukum dari mantan Kepala yayasan RSI itu, panggilan terhadap kliennya tersebut hanya untuk menelusuri kemana aliran dana tersebut mengalir. “Usai mendapat surat dari Kejari, klien Kami harus memenuhi surat panggilan terkait penyidikan aliran dana Jamkesmas tersebut,” ungkapnya.

Dikatakan, dengan adanya panggilan kepada kliennya itu maka Senin (22/9) mendatang Nur Yasin, harus rela kembali mendatangi Kejari Kota Kediri untuk diperiksa lagi dalam kasus penggelapan dana Jamkesmas RSI Al Arafah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nur Yasin ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan dana Jamkesmas yang mencapai sekitar Rp 500 juta. Dana tersebut yang seyogyanya digunakan untuk pengobatan warga kurang mampu, diduga telah dipergunakan oleh Nur Yasin untuk kepentingan pribadi.

Akibat dari penyelewengan dana Jamkesmas ini, RSI Sakit Islam Al Arafah kini telah ditutup. Namun sampai saat ini, pihak rumah sakit juga masih memiliki banyak tanggungan kepada pihak lain. Terlebih lagi, banyak dokter dan karyawan rumah sakit yang belum mendapatkan gaji.

Sementara itu saat ditanya wartawan, Nur Yasin justru menyangkal telah menggunakan dana Jamkesmas untuk kepentingan pribadinya seperti yang dituduhkan kejaksaan. Meski begitu dia mengaku akan menghormati proses hukum yang berlaku dan membutikan jika dirinya tidak menggunakan dana tersebut.(can)

 

Follow Untuk Berita Up to Date