Kejaksaan Kembangkan Aliran Dana Korupsi Bahan Bakar TPA

Madiun, koranmemo.com – Kejaksaan Negeri Kota Madiun telah menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek controlled landfill atau penataan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo. Berkaitan kasus itu, Kejaksaan mengidentifikasi adanya aliran uang ke sejumlah pejabat.

“Dari alat bukti yang kita dapat dalam penyidikan atas nama tersangka tiga orang ini kan berkembang, siapa saja yang berperan disitu,” kata Kasi Intelijen Kejari Kota Madiun, Wartajiono Hadi, Minggu (12/1).

Uang tersebut merupakan hasil penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) Dexlite untuk operasional eskavator. Pihaknya berjanji akan terus mengembangkan kasus ini.
Termasuk menemukan siapa saja yang ikut-ikutan menikmatinya. “Bisa (berkembang,red). Nanti kita lihat alat bukti yang ditemukan,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga pejabat Pemkot Madiun yang ditetapkan tersangka telah ditahan, Jumat (10/1).
Ketiganya, yakni Heri Martono (Kabid Pengelolaan Limbah dan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup) Kota Madiun).

Saat proyek itu, ia merupakan pejabat pelaksaan teknis kegiatan (PPTK) dalam penataan sampah. Kemudian Suhartono selaku koordinator lapangan di TPA Winongo dan tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemkot Madiun.

Sedangkan Putut Wasono diketahui selaku tenaga program jasa kebersihan (projasih).
Penyalahgunaan BBM ini, dilakukan mulai tahun 2017 sampai dengan bulan Mei 2019.

Dimana pada tahun 2017 anggaran yang digelontorkan dari APBD Kota Madiun untuk penataan sampah sebesar Rp 967 juta. Kemudian ditahun 2018 sekitar Rp. 685 juta, dan tahun 2019 senilai Rp. 902 juta.
Modus terangka, yakni memainkan jam operasional BBM eskavator.

Seperti, eskavator untuk pengelolaan sampah dioperasionalkan selama 17 jam per hari. Padahal, alat berat kadang-kadang tidak beroperasi, lantaran mengalami kerusakan, maupun saat cuaca hujan. Namun laporan jam operasional itu hampir sama setiap harinya. Sehingga diduga anggaran operasional untuk BBM alat berat, diselewengkan ketiga tersangka.

Reporter M.Adi Saputra/Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date