Kejaksaan Jombang Terbitan Sprindik, Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Hibah KONI Memasuki Ranah Penyidikan

Share this :

Jombang, koranmemo.com – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jombang, Yulius Sigit Kristanto menerbitkan surat perintah penyidikan (Sprindik) atas kasus dugaan penyimpangan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jombang. Dengan diterbitkannya surat perintah tersebut, status kasus tersebut berubah dari tahapan penyelidikan menjadi tahap penyidikan.

“Jadi ke depan, kami mulai menentukan siapa tersangkanya, dan apa alat buktinya. Penaikan status ini berdasarkan pemeriksaan dan dokumen-dokumen yang kami lakukan selama penyelidikan,” ujar Yulius Sigit Kristanto dalam pers conference melalui daring di Kantor Kejari Jombang, Selasa (22/9).

Kemudian, Kajari juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap  20 orang saksi untuk proses penyelidikan atas kebenaran dokumen penggunaan anggaran di KONI. Dalam proses penyelidikan kemarin, pihaknya menemukan ada sekitar Rp 100 juta hingga Rp 200 juta dari unsur kerugian negara.

Berdasarkan dokumen laporan dalam anggaran kegiatan, ditemukan dua pos penggunaan anggaran yang cukup besar. Yakni diperuntukkan kesekretariatan dan kedua untuk sejumlah Cabang olahraga (Cabor), yang terbagi berdasarkan kebutuhannya. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya ternyata ada dropping anggaran.

Baca Juga: Kasus Tiga Orang Pembawa Kabur Uang Rp 385 Juta, Dilimpahkan ke Kejaksaan

“Dropping anggaran langsung ke cabor, rata-rata Rp20 juta sampai Rp25 juta ketika dilakukan pemeriksaan secara detail, satu persatu. Tetapi pada anggaran kesekretariatan ini, setiap tahunnya mencapai 700 juta. Setelah masuk tahap proses penyidikan ini dilakukan untuk mencari siapa tersangkanya dan apa barang buktinya,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Editor: Della Cahaya