Kegiatan Tradisi “Suroan” Perguruan Silat di Madiun Ditiadakan

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Acara tradisi yang biasa dilakukan perguruan silat setiap bulan Muharam atau suro di Madiun dipastikan nihil. Dengan pertimbangan menjaga situasi kondisi ditengah Pandemi Covid-19.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, peniadaan kegiatan tradisi Suroan di Madiun yang jatuh pada 20 Agustus nanti atas kesepakatan bersama 14 perguruan pencak silat di Madiun.

Kegiatan akan dialihkan di masing-masing ranting untuk memutus mata rantai penyebaran wabah covid-19.
“Saya percaya protokol kesehatan akan berjalan dengan baik di internal masing-masing ranting,” ujar Maidi usai rapat koordinasi di Gedung GCIO Dinas Komunikasi dan Informatika, setempat. Selasa (28/7).

Maidi tidak menginginkan timbulnya akar masalah baru dengan munculnya new claster karena pengumpulan massa para pendekar. “Saya tegaskan, jangan masuk ke kota dulu, nanti kalau sudah normal silahkan. Kita saling menjaga,” lanjutnya.

Meski demikian, Pemkot Madiun akan memfasilitasi IT, yang disediakan di GCIO Diskominfo Kota. Yang bisa digunkaan untuk melakukan vicon yang terhubung ke ranting seluruh Indonesia dan menyiapkan rapid test dan ruang isolasi.

“Vicon dari sini silahkan. Mungkin akan wisuda atau sambutan silahkan disini, kita fasilitasi. Yang ngeyel datang, saya cegat di jalan saya rapid dan langsung diisolasi.” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun R. Moerdjoko HW, menghimbau warga PSHT pada malam satu suro melakukan tirakatan di rumah masing-masing, dan tidak melakukan yang ziarah makam ke Kota Madiun.

Baca Juga: KAI Tutup Perlintasan Jalur Kereta Ilegal di Ngawi

“Alhamdulillah dari cabang di seluruh Indonesia sudah banyak yang laporan ke saya bisa dilaksanakan dengan peraturan protokol kesehatan,” katanya.

Untuk pengesahan warga PSHT sendiri, lanjutnya, diperkirakan pada tahun 2020 ini wilayah Madiun sekitar 5000 siswa. “Tahun lalu total 87 ribu dari Indonesia dan luar negeri, tahun ini masih banyak yang belum laporan, yang masuk baru sekitar 30 ribu, yang lain masih pendataan,” lanjutnya.

Hal serupa disampaikan Ketua Umum perguruan silat PSHW Tunas Muda Madiun R Agus Wiyono Santoso. Pihaknya memaklumi peringatan 10 Muharram sebagai hari besar PSHW terpaksa ditunda.

Baca Juga: Berkas Dilimpahkan, Bos Watu Dakon Resort Dijebloskan ke Penjara

Baca Juga: Jual Emas Curian, Warga Kebontemu Diringkus Polsek Peterongan

“Tidak ada pendekar dari luar daerah. Kita sudah musyawarahkan untuk tahun 2020 tidak mengadakan kegiatan suran agung,” ucapnya.

Pihaknya mengimbau warganya untuk mematuhi protokol kesehatan. Dan mengisi kegiatan suronan dengan melakukan kegiatan sosial dan kemanusiaan.

“Misalnya, membentuk bakti sosial. Bisa melukan kegiatan kemanusiaan, kegiatan sosial dengan melakukan kerja bakti di tempat umum, tempat ibadah dan lain-lain untuk menangani covid 19,” pungkasnya.

Reporter M.Adi Saputra/Juremi

Editor Achmad Saichu