Kegiatan Belajar Mengajar di Nganjuk Masih Daring

Nganjuk, koranmemo.com – Kendati pemerintah pusat telah membuka kesempatan bagi sekolah-sekolah di Indonesia untuk memulai kegiatan tatap muka, Pemerintah Kabupaten Nganjuk masih akan berhati-hati.

Edy Sukarno, Ketua Cabdindik Nganjuk mengatakan pada awal tahun ini seluruh sekolah di Nganjuk masih akan menerapkan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka terbatas dan daring.

Langkah ini ditempuh guna terus mengantisipasi potensi lonjakan kasus Covid-19. “Prioritas utama Nganjuk adalah kesehatan dan keamanan para peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan,” kata Edy,
Kamis (7/1).
Adapun kegiatan belajar tatap muka baru akan dilakukan setelah mendapatkan instruksi dari pusat untuk kembali mengaktifkan kegiatan belajar mengajar secara normal. Walaupun dapat aktif kembali, tapi belum dapat sepenuhnya normal. Sekolah akan dilockdown jika lingkungan sekolah masuk wilayah zona merah.“Untuk diaktifkanya SD dan SMP bergantung kebijakan daerah masing-masing. SMA sementara ini masih menggunakan tatap muka terbatas,” ujar Edy.

Dikatakan, ini sekaligus menjawab pertanyaan berbagai pihak terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Sebelumnya, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat memang sempat menjanjikan keputusan berlangsung atau tidaknya kegiatan tatap muka pada awal tahun 2021.

Namun, pada akhir tahun 2020 lalu bupati kembali mengimbau jika kegiatan belajar mengajar secara tatap muka terpaksa diundur kembali dan belum dapat menentukan kapan akan diaktifkan kembali.

Reporter Inna Dewi Fatimah
Editor Achmad Saichu