Kediri Masuk Kategori Transmisi Lokal Penyebaran Virus Corona

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Terdeteksinya dua orang yang terpapar virus Corona di Kediri (kabupaten dan kota) Jawa Timur membuat daerah ini masuk kategori transmisi lokal penyebaran virus corona.

Hal ini bisa dilihat dari situs resmi pemerintah untuk penanganan Covid-19, covid19.kemkes.go.id, Minggu (29/3).
Seperti diberitakan sebelumnya, penyebaran virus Corona di Kabupaten menelan korban. Satu orang meninggal dari jalan Flamboyan Tulungrejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri karena positif Covid 19 sekaligus penyakit penyerta diabetes dan jantung.

Sementara satu lagi masih dalam perawatan di  ruang Isolasi RSUD Pare.  Dengan rincian 2 orang positif Covid 19, 4 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP), 62 Orang Dalam Pantauan (ODP) dan 1140 Orang Dalam Resiko (ODR).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Kediri dr Bambang Triyono Putro sebelumnya mengatakan untuk yang meninggal ini karena memiliki faktor risiko dan hasil pemeriksaan mengarah pada Covid 19 dan perawatan di RSUD Pare dilakukan seperti halnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Sementara Iptu Nyoman Sugita Kapolsek Pare Kota menjelaskan, petugas berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat, Babinsa,Babhinkamtibmas, Kantor Kecamatan Pare, Polres Kediri,BPBD menghimbau untuk tidak panik dan mengurangi aktivitas di luar rumah dan lebih banyak di dalam rumah.
“ Kondisi di jalan Flamboyan sudah kita semprot disinfektan dan pengamanan terus kita lakukan dengan harapan warga tetap aman dan nyaman bersama keluarga. Penyemprotan kita lakukan di wilayah Kampung Inggris,” katanya.

Di tempat terpisah, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar hari ini Sabtu (28/3) mengumumkan, salah satu warga Kota Kediri positif terinfeksi virus Corona.

“Ini artinya Kota Kediri masuk dalam salah satu wilayah zona merah pandemi Covid-19 di Jawa Timur. Jadi saya meminta warga Kota Kediri patuhi semua protokol dan surat edaran untuk pencegahan Covid-19, agar pandemi Corona ini tidak meluas” jelas Mas Abu dalam pers rilisnya.

“Kami akan melakukan tracing dan penyelidikan epidemiologi terkait kasus tersebut, warga yang pernah kontak erat dengan pasien tersebut akan dilakukan rapid test,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri dr. Fauzan Adima M.Kes.

Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten  Kediri bahwa juru bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Pananganan COVID-19 Kabupaten Kediri terkonfirmasi COVID-19. Sebelumnya, di Kabupaten Kediri ada dua warga yang positif konfirmasi COVID-19, salah satunya meninggal dunia.

Pengganti Jubir Gugus Tugas Percepatan Pananganan COVID-19 Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khotib, berdasarkan hasil test dan mempertimbangkan kepentingan yangg lebih luas untuk pencegahan penularan COVID-19, pihaknya menyampaikan bahwa dr. Bambang Triono Putro, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri terkonfirmasi COVID-19.

“Dapat disampaikan bahwa dr. Bambang Triono Putro, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri terkonfirmasi COVID-19, di mana sekarang sedang dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri dan dalam kondisi baik,” jelasnya, Minggu (29/3).

Gugus Tugas Percepatan Penangan COVID-19 Kabupaten Kediri, kata dr. Ahmad Khotib, telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menindaklanjuti hal tersebut, terutama untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19. “Mohon doa kita bersama, semoga beliau (dr. Bambang) segera sehat kembali,” ucapnya.

Meskipun sedang menjalani perawatan medis secara intensif, lanjutnya, dr. Bambang masih dapat berkomunikasi dengan baik. “Alhamdulillah, beliau masih dalam kondisi yang baik. Tadi pagi, kalau tidak salah subuh, kami bisa berkomunikasi dengan lancar,” katanya.

Sementara itu, dari informasi yang diperoleh Koranmemo.com, dr. Bambang Triyono Putro mengabarkan saat ini sedang di rawat di RSUD SLG dan dalam kondisi baik. dr. Bambang juga berharap masayarakat berdoa bersama supaya kondisi kembali sehat seperti sebelumnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu/Bakti Wijayanto
Editor : Achmad Saichu