Kecam Aksi Kekerasan Wartawan di Medan

Jombang, koranmemo.com – Aksi kekerasan terhadap wartawan di Medan oleh oknum anggota Angkatan Udara (AU) di Medan, Senin (15/8)  memantik reaksi PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Jombang. PWI mengecam aksi tersebut. Selain itu juga menuntut kepada pihak terkait agar kasus itu diusut tuntas.

“Kami mengecam keras aksi kekerasan terhadap wartawan yang dilakukan oknum TNI-AU di Medan. Kedua, mendesak penyelesaian kasus kekerasan tersebut, dilakukan sesuai hukum dan UU pers dan terbuka,” ujar Ketua PWI Jombang, Yusuf Wibisono, saat melakukan aksi solidaritas di depan Kantor Graha Media setempat, Senin (15/8).

Dalam melakukan tugas jurnalistik, lanjut Yusuf, wartawan dilindungi UU Nomor 40/1999 tentang Pers. Apalagi ketika kejadian, wartawan sudah menunjukkan identitasnya. Seharusnya aparat mengetahui itu dan tidak melakukan kekerasan.

“Kekerasan terhadap wartawan jelas mencoreng kebebasan pers. Karena itu, sebagai bentuk solidaritas, kami mendesak aparat terkait supaya dapat mengusut tuntas kasus tersebut. Juga mendesak Panglima TNI untuk menindak bawahannya yang melakukan tindakan bar-bar kepada wartawan,” tegasnya.

Yusuf juga meminta segenap elemen masyarakat, aparat pemerintahan baik sipil maupun militer, agar senantiasa mendukung dan menghormati kebebasan pers.

“Kalau pun ada pelanggaran etika yang dilakukan oknum wartawan, bisa disampaikan sesuai jalur hukum yang ada. Yaitu lewat Dewan Pers. Bukan dengan main hakim sendiri seperti itu,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sejumlah media, dua wartawan menjadi korban penganiayaan anggota TNI AU, Senin (15/8), saat meliput demo warga yang memprotes sengketa tanah dengan TNI AU di kawasan Medan Polonia. Keduanya adalah Andri Syafrin (MNC TV) dan Array Argus (Harian Tribun Medan) yang sehari-hari melakukan tugas peliputan di Medan. (ag)

Follow Untuk Berita Up to Date