Kebutuhan Uang Tunai Menurun, KPw BI Kediri Siapkan Rp 4,38 Triliun

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Wabah Covid-19 berdampak pada peredaran dan kebutuhan uang, terutama di wilayah kerja Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kediri. Bahkan, kebutuhan uang tunai (outflow) yang diperkirakan sebesar Rp 4,38 triliun pada periode Ramadan dan Idul Fitri tahun ini, turun sebesar 14 persen berdasarkan data year on year (yoy) dibandingkan periode tahun lalu.

Menurut Kepala KPw BI Kediri, Sofwan Kurnia, kebutuhan tersebut telah memperhatikan antisipasi kebutuhan selama bulan Ramadan, libur Idul Fitri, serta kebijakan dan stimulus Pemerintah kepada masyarakat selama periode penanganan dampak pandemi Covid-19, termasuk pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sofwan mengatakan, kebutuhan uang tunai (outflow) tertinggi pada periode Ramadan dan Idul Fitri tahun ini akan terjadi pada minggu ke-2 bulan Mei 2020. “Karena, bersamaan dengan pembayaran gaji dan tunjangan hari raya (THR) pegawai ASN, TNI, Polri Golongan 3 ke bawah,” jelasnya melalui video conference, Senin (4/5)

“Dalam mencegah perluasan penyebaran Covid-19, KPw BI Kediri senantiasa mengimbau masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara non tunai melalui digital banking, uang elektronik, dan QR Code Pembayaran dengan standar QR Code Indonesian Standard (QRIS),” imbuhnya.

Berbeda dari tahun sebelumnya, kata Sofwan, jika memperhatikan aspek kemanusiaan dan kesehatan masyarakat dalam mitigasi penyebaran Covid-19, layanan pemenuhan kebutuhan Uang Pecahan Kecil (UPK) kepada masyarakat hanya disediakan melalui loket di bank. KPw BI Kediri telah berkoordinasi dan meminta perbankan, supaya dalam memberikan layanan dimaksud menegakkan protokol pencegahan Covid-19 pada masa PSBB secara ketat yang telah ditetapkan Pemerintah.

“Protokol dimaksud antara lain, penggunaan masker, pemindaian suhu tubuh, dan penerapan physical distancing. Penukaran untuk masyarakat akan dilayani oleh 66 Kantor Cabang (KC) bank di seluruh wilayah kerja KPw BI Kediri terhitung mulai dari 29 April sampai dengan 20 Mei 2020,” ujarnya.

Sofwan mengatakan, KPw BI Kediri mengimbau masyarakat untuk senantiasa mematuhi protokol pencegahan Covid-19 dan memperhatikan kebijakan pelaksanaan PSBB yang diterapkan Pemerintah Daerah setempat. “Untuk itu, KPw BI Kediri senantiasa berkoordinasi dengan perbankan dan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR) guna memastikan tersedianya uang yang layak edar. Kami juga terus mengedukasi masyarakat tentang kedisiplinan dalam menjaga higienitas saat bertransaksi dengan uang tunai guna mitigasi penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Dalam rangka mendukung penyiapan uang tunai dan kelancaran layanan pemenuhan kebutuhan UPK tersebut, lanjutnya, KPw BI Kediri menyusun strategi secara internal dan eksternal. “Secara internal, KPw BI Kediri melakukan penyediaan uang yang layak edar dan higienis untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 dengan melakukan karantina uang rupiah selama 14 hari sebelum diedarkan, menyemprot disinfektan pada area perkasan, sarana dan prasarana, serta memperhatikan higienitas SDM dan perangkat pengolahan uang,” ucapnya.

Selain itu, smabungnya, KPw BI Kediri saat pendistribusian uang, akan melakukan secara tepat dari KPw BI Jawa Timur agar persediaan uang secara nominal dan per pecahan di KPw BI Kediri tercukupi. “Sedangkan dari sisi eksternal, KPw BI Kediri akan berkoordinasi dengan perbankan dan PJPUR untuk menjaga ketersediaan uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan kualitas baik melalui perencanaan pengisian uang yang akurat. Serta, menyediakan layanan pemenuhan kebutuhan UPK di loket perbankan sehingga masyarakat mudah untuk memperolehnya, dan memastikan seluruh kegiatan pengolahan uang yang memperhatikan aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3),” Pungkasnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu