Keberhasilan Menata Kota, Wali Kota Surabaya Dapat Gelar Doktor Honoris Causa

Surabaya, koranmemo.com – Gelar Doktor Honoris Causa dianugerahkan oleh Tongmyong Univercity, Busan, Korea Selatan (Korsel), Senin (30/9), kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dengan kehormatan atas profesionalisme dan dedikasinya dalam bidang arsitektur.

Wali Kota Risma yang juga menjabat sebagai Presiden UCLG Aspac tampak memakai toga Universitas Tongmyong saat menerima gelar tersebut. Sebelumnya gelar Doktor Honoris Causa juga diberikan oleh Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya tahun 2015, silam.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rektor dan Komite Universitas Tongmyong atas penganugerahan gelar dan warga Surabaya yang  telah bersama dalam mengembangkan kota.

“Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia dengan populasi sebanyak 3,4 juta jiwa, dan kota ini berperan sebagai pusat pengembangan di Indonesia timur dari situlah mengapa ruang publik menjadi salah satu prioritas,” ujarnya, Senin (30/9).

Dijelaskan, ruang publik yang ada di Surabaya beragam dan salah satunya yaitu, taman kota, karena merupakan arena rekreasi yang murah dan menunjang interaksi bagi warga. “Banyak taman kota, kami sudah menata sebaik mungkin,” terangnya.

Menurut Risma, dengan membangun taman kota, maka secara bersamaan membangun pula peluang warga untuk saling melakukan interaksi. “Kami bangun taman kota ini bertujuan memiliki manfaat banyak,” katanya.

Disampaikan, dari tahun ke tahun, kuantitas ruang terbuka hijau di Surabaya mengalami peningkatan hingga dipastikan selama tahun 2018, lalu jumlah ruang terbuka hijau mencapai 21,94 persen.

Dalam melakukan manajemen perkotaan, lanjutnya memang sangat kompleks karena, melibatkan banyak sektor dan pemangku kepentingan. Oleh karena itu, pembangunan diakukan harus mampu menjembatani dua aspek. Yaitu aspek fisik dan non-fisik. “Infrastruktur perkotaan, sedangkan aspek non fisik yaitu, sumber daya manusia dan ekonomi kota,” jelasnya.

 Wali Kota Risma menyebut berbagai keberhasilan dalam membangun Kota Pahlawan antara lain, taman kota, hutan kota, kawasan konservasi, jalur hijau, danau, waduk, perbatasan sungai, dan lapangan olahraga. “Sebelum tahun 2007 silam, Kota Surabaya yang hanya memiliki beberapa ruang publik, namun kini sudah mencapai ratusan taman umum ada sebanyak 475 taman serta penurunan banjir yang semula 50 persen kini hanya tinggal 2 persen, dan dengan turun suhu udara 2 derajat, hingga penurunan tingkat penyakit. “Efeknya jumlah wisatawan selalu meningkat, dari jumlah 15 juta tahun 2015 silam, kini menjadi 27 juta orang di tahun 2018,” pungkasnya.

Reporter M Fauzi
Editor Achmad Saichu