Kebakaran Hutan di Dekat Chernobyl Akibatkan Peningkatan Radiasi

Share this :

Kiev, koranmemo.com – Kebakaran hutan yang berada di dekat Chernobyl telah mengakibatkan peningkatan radiasi sebesar 16 kali lipat di atas nilai normal. Sabtu (4/4), segera setelah kebakaran hutan tersebut terdeteksi, sejumlah petugas pemadam kebakaran telah ditugaskan untuk memadamkan api.

Minggu (5/4) waktu setempat, melalui akun media sosial Facebook pribadinya, Kepala Layanan Inspeksi Ekologi Ukraina, Yegor Firsov menuliskan, Ada berita buruk seiring dengan kebakaran hutan yang terjadi di hutan dekat Chernobyl. Berita tersebut merujuk pada nilai radiasi yang berada di atas normal pada titik pusat kebakaran.

Chernobyl adalah wilayah yang pernah mengalami bencana radiasi nuklir terburuk di dunia akibat reaktor nuklir yang ikut terbakar saat terjadi kebakaran hutan. Empat reaktor nuklir meledak setelah terbakar pada April tahun 1986. Akibat ledakan tersebut, radiasi yang ditimbulkan sampai mencemari sebagian wilayah Eropa, walaupum dampak terburuk hanya dirasakan oleh penduduk yang tinggal di sekitarnya.

Berdasarkan unggahan Firsov, api telah menyebar di hutan kurang lebih seluas 100 hektar. Pemerintah Ukraina juga telah mengerahkan 2 pesawat, 1 helikopter, dan sekitar 100 petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan kebakaran tersebut.

Bersamaan dengan unggahannya, Firsov juga mengunggah sebuah video yang menunjukan alat penghitung radiasi memberikan nilai radiasi 16 kali di atas normal. Terkait hal tersebut, pihak pemerintah mengatakan, peningkatan nilai radiasi yang sempat terjadi telah menyulitkan petugas dalam memadamkan kebakaran.

Meski begitu, pemerintah juga mengatakan, sejauh ini kebakaran telah berhenti dan tidak ada peningkatan nilai radiasi di udara. Selain itu, pemerintah sendiri telah memastikan warga yang tinggal di sekitar titik kebakaran tidak dalam kondisi yang berbahaya. Berdasarkan aturan yang ada, warga dilarang tinggal dalam radius 30 kilometer dari bekas reaktor nuklir tersebut.

Melansir dari The Guardian, setelah tragedi meledaknya 4 reaktor nuklir pada tahun 1986, 3 reaktor nuklir masih dioperasikan untuk menyediakan listrik bagi warga dan baru ditutup pada tahun 2000. Sebuah pelindung berbentuk kubah juga telah dipasang untuk mencegah radiasi nuklir di atas reaktor nuklir keempat pada tahun 2016 lalu.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Della Cahaya