Kawasan Kayutangan Heritage, Padukan Nilai Histori Bangunan Bersejarah dan Pedestrian

Malang, koranmemo.com – Direktorat Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI melalui Pemerintah Kota Malang berencana akan memadukan nilai historis dari bangunan bersejarah di kawasan Kayutangan dengan pedestrian di sepanjang jalan Basuki Rahmat.
“Kita lebih menguatkan nilai-nilai heritage yang ada di kawasan Kayutangan. Ini nanti memadukan antara bangunan cagar budaya di kawasan itu dengan pedestrian yang dibangun ini. Karena didalam kampung kampun itu ada rumah rumah yang usia bangunannya ratusan tahun,” ujar Nur Widianto, Kabag Humas Kota Malang.
Menurutnya, pembangunan Kawasan Kayutangan Heritage merupakan bagian dari proyek Kementerian PUPR program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Pembangunan tersebut bertujuan untuk menata kawasan kumuh di Kota Malang. Selain itu juga meningkatkan perekonomian melalui aspek wisata dan budaya.
“Kawasan Kayutangan ini memiliki nilai jual penopang baik dari sisi wisata maupun budaya. Bangunan bangunan yang bernilai heritage juga masih kuat disana, sehingga nilai jual atas aspek wisata dan budayanya semakin tinggi. Saat dimana nilai aspek wisata dan budaya semakin tinggi, tentu putaran ekonomi yang ada didalamnya juga akan ikut terimbas,” tuturnya.
Dia menambahkan penataan kawasan Kayutangan akan meliputi bangunan cagar budaya, pedestrian sepanjang jalan Basuki Rahmat, dan pasar tradisional dengan tema heritage.
Median sebagai pembatas jalan yang ada di tengah Jalan Basuki Rahmat juga akan dihilangkan dan akan dijadikan jalur satu arah. Selain itu di simpang Rajabali dan simpang PLN juga akan dibangun bundaran untuk menambah nilai tematiknya. Disepanjang Jalan Basuki Rahmat juga akan dipasang kursi-kursi sebagai dekorasi kota menyesuaikan tema heritage.
“Itu sebabnya pembangunan ini membutuhkan waktu. Pengerjaannya kenapa tidak bisa bergantian karena memang ada penjelasan teknis. Kalau bergantian juga memakan waktu lebih lama lagi,” ujarnya.
Dia menyampaikan pembangunan tersebut memang berdampak pada aktivitas masyarakat setempat. Namun usai pembangunan itu rampung, dia memastikan masyarakat akan semakin tertarik untuk berkunjung di kawasan Kayutangan tersebut. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat juga akan meningkat.
Dia juga menyampaikan menurut penjelasan Wali Kota Malang, Sutiaji, juga akan mendorong aspek kuliner di kawasan tersebut. Koridor jalan dengan tekstur di dinding sepanjang kawasan bangunan cagar budaya juga akan dibenahi agar semakin menarik.
“Lalu didalamnya juga ada tempat tongkrongan itu juga ditata oleh Kementerian PUPR. Lalu di pinggiran sungai juga dipercantik. Dengan demikian akan terimbas para pelaku ekonominya.  Masyarakat tinggal melakukan penyesuaian, semangat pemberdayaannya adalah disitu,” tambahnya.
Terlebih dia juga menambahkan terkait penemuan rel trem peninggalan Belanda tersebut juga semakin menguatkan jejak sejarah yang ada di kawasan tersebut.
“Makanya PT. KAI pun antusias untuk menyumbangkan pemikiran dan menawarkan kepada Pemerintah Kota seperti pemasangan monumen kereta api. Artinya semakin kesini kan antusias juga semakin tinggi dalam rangka menguatkan kayutangan sebagai kawasan heritage,” ujarnya.
Sementara itu, Konsultan Manajemen Konstruksi PT. Widya Satria, Alif Riwidya menuturkan pihaknya memastikan seluruh pelaksanaan pembangunan kawasan Kayutangan telah berjalan dengan baik.
“Yang kita bangun selain di simpang Rajabali dan Simpang PLN itu juga ada pedestrian di sepanjang jalan Basuki Rahmat, sama mempercantik yang di dalam kampung,” ujarnya.
Menurutnya, nilai anggaran dari pembangunan kawasan Kayutangan tersebut cukup besar yaitu sekitar Rp 14 miliar. Anggaran tersebut merupakan anggaran multi years di Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBN 2020/2021.
“Kontrak kita multiyears sampai tahun depan. Proyek ini dianggarkan di anggaran 2020 sampai 2021. Ini proyek baru karena DIPA APBN nya di dok oleh pusat kan baru, bukan proyek lama ataupun proyek lanjutan juga,” tuturnya.
Reporter: Mokhammad Sholeh
Editor: Della Cahaya