Kasus Seragam Gratis Tak Layak Pakai, Dinas Diminta Tegas Terhadap Rekanan

Jombang, koranmemo.com – Gelombang pengembalian seragam olahraga tak layak pakai karena kekecilan oleh lembaga sekolah ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang terus dilakukan, Rabu (6/11).

Kondisi ini kembali memancing reaksi kalangan dewan. Mereka meminta dinas terkait tegas terhadap rekanan pemenang lelang pengadaan seragam. Ini seperti diutarakan Mustofa, anggota Komisi D DPRD Jombang. Menurutnya pihak penyedia atau rekanan harus bertanggung jawab untuk mengganti seragam olah raga yang ukurannya tidak sesuai sehingga cingkrang saat dicoba.

“Saya mendorong (seragam kekecilan, red) harus dikembalikan dan diganti dengan spek yang sesuai. Karena seragam itu nanti digunakan selama 3 tahun. Dinas harus tegas mengembalikan dan meminta ganti benar-benar sesuai permintaan,” kata Mustofa, Rabu (6/11).

Pasalnya, rekanan atau penyedia memang mempunyai tanggung jawab terhadap kualitas dan kuantisas barang.

”Jadi PPHP  (Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan) mempunyai tanggung jawab. Karena mereka yang memeriksa administrasi hasil pekerjaan pengadaan,” tegasnya.

Politisi PKS ini menambahkan, pada tahun 2020 program ini tetap berlanjut. Untuk itu pihak eksekutif harus melakukan evaluasi termasuk Disdikbud selaku penanggung jawab pengadaan kain seragam

“Kalau seperti ini terus yang dirugikan bukan hanya siswa saja. Apalagi anggaran untuk 2020 sekitar Rp 25 miliar,” tandas Mustofa.

Seperti diberitakan sebelumnya, lembaga sekolah yang yang telah mengambil seragam olahraga dari lapangan Tennis Indoor di Jalan Kusuma Bangsa Jombang, ramai-ramai mengembalikannya, sejak Selasa (5/11).

Pengembalian tidak lain dipicu seragam kekecilan. Sehingga tidak bisa dipakai oleh para siswa calon penerima.

Reporter Agung Pamungkas

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date