Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat,  Pengguna Jasa Her Minta Ganti BPKB Hilang 

Tulungagung, koranmemo.com –Polisi terus melakukan mengungkap motif dugaan pembunuhan secara keji terhadap pasangan suami istri, Didik (56)-Supriyatin (50) di warga Dusun Ngingas Desa/Kecamatan Campurdarat Tulungagung. Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa banyak saksi. Banyak kemungkinan motif pembunuhan itu terjadi. Diantaranya bisa terkait dengan hilangnya salah satu BPKB motor milik pelangganya. Karena pasuntri tersebut melayani jasa heregistrasi, mutasi sepeda motor.

Salah satu anak korban, Hengki Dinata (33) saat ditemui Koranmemo.com di RSUD dr Iskak mengatakan dugaan pembunuhan  orang tuanya mungkin ada kaitanya dengan pelanggan yang menggunakan jasa mereka. Orang tuanya dititipi HER kendaraan, akan tetapi BPKBnya hilang. “Orang tersebut sempat meminta ayah saya untuk membeli kendaraannya,” katanya.

Hengki melanjutkan, orang tuanya pun hanya sanggup untuk mengganti rugi hilangnya BPKB itu tetapi dengan cara mengangsur. Tetapi orang tersebut tetap saja tidak mau tahu dan terus meminta ganti rugi.

“Bahkan setiap menagih kepada ayah saya, orang tersebut selalu ditemani satu lelaki dan menggedor-gedor pintu rumah,” imbuhnya.

Baca juga : Pasutri Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Hengki menambahkan, ia berharap agar pelaku pembunuhan terhadap orang tuanya bisa segera tertangkap dan dihukum seadil-adilnya.

Sementara itu, Ngapani (45) tetangga korban mengatakan  pada Selasa (6/11) pagi, ada dua orang pria dan satu orang perempuan yang baru saja mendatangi rumah korban. Kemudian ketiga orang tersebut sempat membeli kopi di depan rumah korban.

“Yang perempuan sempat mengucap; saya menagih dengan baik-baik kok bu Suprihatin malah mengajak bertengkar,” katanya sambil menirukan.

Tak hanya itu menurut Ngapani, warga juga sempat mendengar ada suara teriakan seperti pertengkaran dari dalam rumah. Namun, saat itu warga tidak terlalu menanggapinya karena menganggap hal itu adalah wajar.

“Jika melihat baunya seperti ini, saya menduga korban meninggal pada Selasa siang,” imbuhnya.

Disinggung bagaimanakah keseharian kedua korban terhadap warga sekitar?. Ngapani mengatakan jika kedua korban memiliki hubungan yang sangat baik terhadap lingkungan meski jarang berkomunikasi.

Menurutnya, korban hanya keluar rumah seperlunya, membeli keperluan atau menghadiri undangan warga.

Baca juga : Polisi Pastikan Kedua Pasutri, Korban Pembunuhan

“Orangnya sangat baik, jika diundang juga selalu hadir,” terangnya.

Sedangkan terkait masalah pekerjaan, kedua korban memiliki usaha jasa her, balik nama, dan mutasi kendaraan bermotor. Namun dalam menjalankan usaha tersebut adalah anak lelakinya yang kos di Tulungagung.

Demikian halnya dengan Kolik salah satu keluarga korban. Menurutnya ia sempat curiga saat melintas di depan rumah korban pada Selasa malam karena lampu rumah korban dalam keadaan mati.

 Padahal, sama halnya dengan sebagaimana dilakukan orang, biasanya korban juga menyalakan lampu ketika malam hari.

“Saya sempat berpikir, pak Didik Minggu kemarin sedang merayakan ulang tahun, biasanya mengundang kami untuk makan-makan kok ini lampunya malah mati,” kenangnya.

Baca juga : Pasca Pembunuhan Pasutri, Polisi Temukan Beton Cor

Kolik melanjutkan, dirinya terakhir bertemu dengan kedua korban pada Sabtu (3/11) pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.30 WIB. Kemudian pada sore harinya, kedua korban sempat berjalan-jalan ke Kediri dan ke Blitar bersama.

“Tidak ada tanda-tanda yang aneh, semua masih wajar saja. Korban juga tidak pernah cerita jika punya masalah dengan orang lain,” ungkapnya.

Kolik menambahkan, dalam kasus pembunuhan tersebut dirinya sempat melihat kejanggalan, diantaranya kondisi rumah korban tidak ada yang diacak-acak dan tidak ada barang yang hilang. Namun ponsel milik korban (Suprihatin-red) tidak ditemukan. Ia beranggapan jika ponsel tersebut ditemukan bisa memberikan petunjuk dalam pengungkapan kasus tersebut.

“Pada saat korban (Didik-red) ditemukan saya sempat menghubungi telpon korban, tapi hanya berbunyi nada panggilan dua kali selanjutnya ponsel mati,” ucapnya.

Reporter Yopy Catur

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date