Kasus Pembunuh Ibu Kos di Tulungagung, Awalnya Pelaku Ingin Mencuri Perhiasan Lagi

Tulungagung, koranmemo.com – Polres Tulungagung telah menetapkan Rian Dicki F (26) warga Kelurahan Kandangan Barat, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan, sebagai tersangka pembunuhan ibu kos di Ngunut, Senin (24/2). Pelaku mengaku berniat mencuri perhiasan yang melekat pada tubuh korban, namun berlanjut pada pembunuhan korban.

Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, Rian ditangkap saat berada di Surabaya. Setelah diringkus pelaku mengakui semua pembunuhan yang dilakukan terhadap Miratun (65) warga Desa Ngunut Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung, Jumat (14/2).

“Pelaku sebetulnya ingin mengambil barang-barang berharga, namun karena tidak ada, kemudian dia mengintai korban. Saat korban pulang langsung dicekik, kemudian perhiasan yang dipakai diambil korban,” ujar Kapolres.

Pandia mengatakan, pelaku merupakan anak kos di rumah korban. Sejak awal tahun 2020, pelaku berada di Tulungagung tujuan mencari kerja. Karena memiliki saudara di Ngunut, kemudian pelaku diarahkan untuk indekos di rumah korban. Bukan mencari kerja, pelaku justru mencuri perhiasan milik korban dan sejumlah uang tunai Rp 4 juta.

“Perhiasan itu dijual di Surabaya, pelaku dapat uang Rp 7,5 juta. Setelah uang hasil pencurian itu habis pelaku berniat mencuri lagi sehingga pada tanggal 13 Februari pelaku datang ke rumah korban dari Surabaya dengan menaiki bus,” tutur Pandia.

Pelaku yang sebelumnya telah mengetahui seluk beluk rumah korban dengan leluasa masuk ke dalam rumah melalui pintu samping. Pelaku langsung menyasar almari tempat penyimpanan perhiasan. Namun, perhiasan itu sudah tidak ada. Pelaku tahu jika korban memakai perhiasan di tubuhnya, sehingga pelaku menunggu korban pulang sekitar pukul 15.00 WIB.

“Pelaku bersembunyi di dalam rumah korban. Saat korban tiba ia langsung menghampiri dan mencekik korban hingga tidak sadarkan diri. Korban selanjutnya ditarik ke dalam kamar dan kembali dicekik dan kemudian ditutup bantal guling,” jelas Pandia.

Akibat perbuatannya, Rian dijerat dengan pasal 338 dan 365 (3) KUHP dengan ancaman hukuman diatas lima belas tahun penjara.

Kasus pembunuhan ini berawal, Miratun pemilik kos di Lingkungan 6, Desa/Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung ditemukan tewas di kamar rumahnya. Ia ditemukan salah satu penghuni kos yang curiga karena hingga larut malam, lampu rumah tak kunjung menyala.

Karena curiga, dua penghuni kos yang saat itu baru pulang beraktivitas mengintip jendela kamar korban. Korban penasaran karena beberapa panggilan saksi tak direspon. Saksi lalu melaporkan kejadian itu ke warga, dilanjutkan ke Polisi.

Reporter Zayyin multazam sukri
Editor Achmad Saichu