Kasus Pemalsuan KTP, Kasat Reskrim Polres Nganjuk : Kades Tarokan Segera Kita Tetapkan Tersangka

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Setelah resmi dilaporkan ke Polda Jatim terkait dugaan pemalsuan dokumen kependudukan yang dilakukan oleh Su Kepala Desa (Kades) Tarokan Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri pada 31 januari 2019 lalu, kini kasusnya ditangani Polres Nganjuk.

Untuk itu, penyidik Polres Nganjuk mulai melakukan pemanggilan kepada pelapor untuk dimintai keterangan tambahan. Pasalnya, sebelumnya pelapor sudah dimintai keterangan di Polda Jatim.

“Hari ini kami dimintai keterangan tambahan oleh penyidik Polres Nganjuk. Namun karena kami tidak membawa berkas, akhirnya pemberian keterangan tambahan ini kami tunda sepekan lagi,” kata Dono Utomo salah satu pelapor, Senin (22/4/2019).

Utomo menjelaskan, kehadirannya ke Mapolres Nganjuk tidak sendirian, melainkan bersama penasihat hukumnya, yakni Mohamad Karim Amrulloh, SH dan Alan Salahudin dari perwakilan Aloka. “Karena saat lapor di Polda Jatim, kami juga bersama keduanya,” imbuhnya.

Sementara, Mohamad Karim Amrulloh mengaku optimis jika kasus ini akan ditangani serius oleh pihak kepolisian. Apalagi adanya 2 alat bukti yang cukup, maka jelas-jelas ada tindak pidana oleh Kades Su. “Kita optimis kasus ini akan berlanjut,” paparnya.

Dikatakan, setelah dilaporkan ke Polda Jatim, selanjutnya kasus ini dilimpahkan ke Polres Kediri. Namun karena tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah hukum Polres Kediri Kota, maka oleh Polres Kediri dilimpahkan lagi ke Polres Kediri Kota.

“Akhirnya oleh Polres Kediri Kota dilimpahkan ke Polres Nganjuk karena TKP penggunanan dokumen kependudukan yang diduga palsu itu berada di wilayah hukum Polres Nganjuk,” urainya.

Hal senada juga diungkapkan Alan Salahudin dari perwakilan Aloka. Menurutnya, bagaimanapun terduga pelakunya adalah aparat pemerintah yag seharusnya menjadi panutan warga. “Kami akan kawal kasus ini sampai tutas,” tegasnya.

Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Yogi Ardi Khristanto membenarkan pihaknya telah memanggil para pelapor untuk dimintai keterangan tambahan. Namun karena pelapor belum siap, maka minta ditunda. “Lagi pula kami juga masih sibuk ngurusi pemilu, beruntung pelapor minta ditunda tadi,” katanya.

Yogi menjelaskan, tak berapa lama lagi pihaknya akan menetapkan Su Kades Tarokan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen kependudukan ini. “Tentunya setelah melakukan gelar perkara internal,” tukasnya.

Diketahui, kejanggalan dokumen yang diduga palsu itu ditengarai munculnya surat persyaratan nikah atau surat keterangan untuk nikah No. 474.2/15/418.99.02/2018, yang ditandatangani oleh Kepala Desa Kaliboto Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri tanggal 19 Maret 2018.

Di dalam surat keterangan untuk nikah itu, Kades Su juga melengkapinya dengan fotokopi KTP yang diduga dipalsukan, yakni dengan nomor induk kependudukan (NIK) 350620081189002.

Selain itu, Kades Su saat mengajukan surat keterangan untuk nikah juga melengkapi dengan fotokopi kartu keluarga (KK) No. 350620070111128, yang diduga palsu.

Reporter : Muji Hartono

Editor : Achmad Saichu