Kasus Korupsi TPA Winongo, 6 Saksi ASN dan Swasta Diperiksa Kejaksaan

Madiun, koranmemo.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun memeriksa enam saksi terkait kasus korupsi controlled landfill atau penataan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Winongo. “Hari ini ada enam saksi yang diperiksa,” kata Kasi Intelijen Kejari Kota Madiun, Wartajiono Hadi, Rabu (15/1).

Dari enam saksi tersebut, empat diantaranya berstatus ASN. Yakni HK bendahara Dinas Lingkungan Hidup (DLH), PN pembantu bendahara, JW (Joko Wahyudi) dan SS (Susanto) staf DLH. Sedangkan dua lainnya dari pihak swasta atau perwakilan perusahaan alat berat yang dibeli pemkot, yakni RI dari Trakindo dan PR dari Heksindo.

Penyidik sengaja mendatangkan dua perwakilan perusahaan Trakindo dan Heksindo untuk menerangkan hitungan jam operasional dua alat berat merk hitachi hydraulic ZX200-5G tipe standar dan merk caterpillar 320D2 yang dibeli pemkot pada tahun 2015 lalu. “Dua perusahaan ini, dapat menghitung jam operasionalnya ekskavator itu,” jelasnya.

Dikatakan, setelah berkas dinyatakan lengkap kemudian baru dikirim ke tahap dua (P-20) untuk selanjutnya dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Tidak menutup kemungkinan, pemeriksaan juga mengarah kepada mantan Kepala DLH Kota Madiun Suwarno dan pejabat-pejabat lainnya. “Ya itu nanti lah, kita panggil sebagai saksi,” tambahnya.

Salah satu saksi ASN Pemkot Madiun Susanto, staf di lingkungan TPA Winongo saat dikonfirmasi mengaku, pihaknya menjalani pemeriksaan sekitar satu jam. Sedikitnya ada 17 pertanyaan yang dilontarkan penyidik.

Dikatakan, seluruh materi pertanyaan berkaitan dengan dugaan kasus korupsi penataan sampah. “Kurang lebih ada 17 (pertanyaan.red) seputar kegiatan controlled landfill, alat berat dan pembelian BBM,” katanya.

Reporter M.Adi Saputra/Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date