Kasus Jembatan Brawijaya, Pelimpahan Tahap 2 Dijadwalkan 13 Juli

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur akan segera melimpahkan berkas perkara tahap dua kasus dugaan korupsi proyek Jembatan Brawijaya kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Surabaya pasca dinyatakan P21 atau berkas penyidikan perkara lengkap oleh Kejati Jatim beberapa waktu lalu. Berdasarkan surat panggilan Ditreskrimsus Polda Jatim yang tertuang dalam nomor S.pgl/1162/Vll/2017/Ditreskrimsus, pelimpahan tahap dua yakni penyerahan berkas perkara penyidikan bersama tersangka akan dilakukan, Kamis (13/7).

Dalam surat panggilan tertanggal 6 Juli 2017, tersangka Wijanto, yang saat ini  menjabat Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Perumahan Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Kediri diminta datang dan menemui  Kepala Unit IV Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim Surabaya yang berada di Jalan Achmad Yani 116 Surabaya. “Barusan saya mendapatkan surat panggilan untuk pelimpahan tahap dua terhadap klien saya,”jelas Budi Nugroho, Penasihat Hukum Wijanto, Selasa (11/7).

Budi menambahkan, dalam pelimpahan tahap dua itu, selain kliennya, berkas tersangka lain atas nama Kasenan, Kepala Dinas PUPR Pemkot Kediri juga akan diserahkan. Menurutnya, meski menjadi tersangka dalam kasus yang sama, namun berkas Wijanto dan Kasenan terpisah. Ini terkait status keduanya dalam proyek, yakni Wijanto sebagai ketua panitia lelang sedangkan Kasenan sebagi pengguna anggaran. “Berkasnya displit karena kedudukannya sendiri-sendiri. Pak Wijanto selaku ketua panitia lelang dan Pak Kasenan selaku kuasa pengguna anggaran karena posisinya berbeda. Namun untuk pelimpahan tahap dua berkasnya dibarengkan,”pungkasnya.

Reporter : Angga Prasetya

Editor : Vrian Triwidodo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.