Kasus Dugaan Perselingkuhan jadi Viral, Muncul Kiriman Hak Jawab

Nganjuk, koranmemo.com – Maraknya pemberitaan baik di media cetak maupun media online terkait dugaan perselingkuhan antara In (35) bidan di wilayah Kecamatan Ngluyu dengan Bas (44) oknum anggota DPRD Nganjuk, tiba-tiba muncul hak jawab.

Klarifikasi yang berisi seputar kronologi itu beredar di beberapa grup WhatsApp sejak kemarin, Kamis (5/7).

Anehnya, kiriman kronologi dan klarifikasi atas berita yang beredar itu tidak dibubuhi tanda tangan, dan di situ tertulis jelas nama Basori alamat Jl Teuku Umar 3 Winong Ploso Nganjuk. Diketahui, Basori adalah anggota DPRD Nganjuk dari Partai Gerindra.

Inilah hak jawab yang sedang ramai diperbincangkan di berbagai grup WhatsApp tersebut.

KRONOLOGI DAN  KLARIFIKASI ATAS BERITA YANG BEREDAR TENTANG SAUDARA BASORI

Dengan rahmat Allah SWT, saya Basori  alamat Jl Teuku Umar 3 Winong Ploso Nganjuk, dengan kesadaran hati dan menyatakan dengan sebenarnya atas kejadian yang berada di Perumahan Zahroin 2 sebagai berikut :

1. Saya datang ke perumahan Zahroin 2 di rumah Nina Ika Susiana adalah bertamu dengan pakaian lengkap dan sopan

2. Beberapa menit setelah saya bertamu suaminya Nina yang bernama Saifudin datang dengan marah marah dan memaksa meminta KTP saya bersamaan dengan memukuli wajah dan perut saya berkali kali, ketika itu yang ada di dalam rumah

3. Saya, Nina, anaknya bernama Baldan Perebutan KTP dilakukan diruang tamu, jadi tidak benar kalau saya dituduh berada di kamar berdua sebagaimana berita yang tersebar selama ini. Saya masih dalam posisi pakaian lengkap

4. Karena keamanan saya terancam maka  saya keluar rumah dan penganiayaan berupa pemukulan dan perobekan baju saya dilakukan di depan  rumah yng disaksikan oleh Nina dan tetangga depan rumah dan saya tidak melakukan perlawanan sedikitpun

5. Demi keamanan diri saya, saya berlari dan saudara Saifudin mengejar dengan mengatakan saya malin maling dengan membawa sebuah kayu

6. Hingga sampai pada kawasan perkampungan di dusun jarakan kelurahan kramat saya masih dipukuli tanpa melawan dengan disaksikan banyak warga masyarakat hingga lepas kancing baju saya. Tidak ada satupun masyarakat yang melakukan kekerasan kepada saya, namun Saifudin dengan membawa kayu memukul saya, setelah kayu yang dibawa diamankan warga, saifudin terus memukuk saya dengan disaksikan masyarakat  jarakan

7. Setelah beberapa menit pak Polisi yang bernama eko datang melerai namun saudara Saifudin tetap memukuk dan berusaha merobek baju saya walau sudah diingatkan jangan main hakim sendiri

8. Berita yang beredar saya dikepergok di kamar bersama nina terus melarikan diri dikeroyok warga adalah tidak benar sama sekali, karena mulai dari perumahan Zahroin sampai dengan dusun Jarakan tidak ada satupun warga yang melakukan pemukulan kepada diri saya

9. Setelah berada di ketua RW Pak Eko menyampaikan solusi diselesaikan kekeluargaan apa diselesaikan secara hukum, saudara saifudin bilang diselesaikan kekeluargaan di perumahan zahroin setelah magrib

10. Sekitar jam 19.00 saya ke perumahan zahroin bersama istri saya sesuai dengan permintaan saudara Saifudin dan disana sudah ada Pak Eko yang telah menunggu

11. Setelah sampai disana saudara Saifudin menyampaikan cerita dengan memaki, mengumpat dan mengucapkan kata kata yang tidak sopan dihadapan saya, nina, pak eko, istri saya, bahkan semua cerita diputar balikkan semua mulai dari tidak mengakui pemukulan dan penganiayaan yang dilakukan hingga di jarakan

12. Dalam pertemuan tersebut saya sudah meminta maaf dan saudara saifudin memaafkan dari sisi agama, padahal saat di rumah pak RW saudara Saifudin meminta diselesaikan kekeluarga di perum zahroin 2 dengan menghadirkan istri saya, namun kenyataannya saudara Saifudin masih akan pikir pikir untuk melanjutkan ke jalur politik atau hukum dan saya mempersilahkan. Ditengah pembahasan tersebut hadir bapak Babinsa desa Kramat Nganjuk

13. Saudara Saifudin sempat memaksa saya untuk menyita  sepeda motor  yang saya miliki namun saya tolak dan diberikan

14. Saudara Saifudin memutar balikkan semua cerita yang ada dihadapan pak eko, nina, saya, dan istri saya sebagaimana berita di koran dan media online lainnya

15. Atas berita yang tidak sesuai dengan kenyataan di media cetak dan elektronik tersebut, semuanya telah merugikan harkat dan martabat saya baik secara pribadi maupun keluarga, sehingga akan saya jadikan bukti dalam proses hukum

16. Kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh saudara Saifudin mulai di dalam rumah dengan disaksikan nina dan  warga perumahan Zahroin 2 dan Warga masyarakat  dusun jarakan merupakan pelanggaran hukum, sehingga akan kami jadikan bahan dalam proses hukum selanjutnya

17. Kronoligis tersebut kami sampaikan dengan sebenarnya, foto penganiayaan dan  baju yang ditarik hingga lepas kancing bajunya saya simpan sebagai bukti dalam proses hukum

18. Sehubungan dengan kejadian tersebut, maka kami atas nama Basori dan Keluarga Memohon Maaf kepada semua masyarakat Nganjuk apabila ada sesuatu yang kurang berkenan.

Demikian kronologi ini kami sampaikan dengan sebenarnya dengan beberapa saksi dan bukti yang ada, sehingga masyarakat mengetahui kejadian yang sesungguhnya tidak seperti yang diberitakan selama ini. Atas nama pribadi dan keluarga saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya.

Nganjuk, 5  Juli 2018
Hormat Kami,

BASORI

Reporter : Muji Hartono

Editor      : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date