Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Kependudukan Resmi Dilaporkan ke Polda Jatim

Nganjukkoranmemo.com – Karena dua pengaduan ke Polres Nganjuk terkait dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh Supadi Kepala Desa/Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri tak berujung pangkal, akhirnya perkara ini resmi dilaporkan ke Polda Jatim.

“Ada dua oknum kepala desa (kades) yang saya laporkan terkait kasus ini, yakni Supadi Kades Tarokan dan Woko Kades Kaliboto,” kata Dono Utomo warga Desa Kaliboto Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri seraya menunjukkan tanda bukti lapor (TBL) nomor TBL/104/1/2019/UM/JATIM dari SPKT Polda Jatim.

Dono menjelaskan, kasus ini sudah dua kali diadukan ke Polres Nganjuk. Pertama oleh Agus Musonip, dan ke dua diadukan oleh Arif Wibowo. Namun dua aduan ini dirasakan belum juga ada titik terang. “Makanya kasus ini kami bawa ke Polda Jatim,” ujarnya.

Agar laporan diterima, lanjutnya, sebelumnya Aloka telah melengkapi bukti berupa surat keterangan dari Dispendukcapil Kabupaten Kediri yang menyatakan jika NIK yang dipakai Supadi dalam KK sebagai salah satu persyaratan nikah itu, ternyata atas nama Abdul Rohman, warga Desa/Kecamatan Tarokan, Kediri.

“Dalam surat keterangan bernomor 470/446/418.23/2019 yang dikeluarkan Dispendukcapil Kabupaten Kediri, bahwa nama Supadi tidak ada dalam daftar KK bernomor 3506200811890002. KK ini diduga digunakan Supadi untuk menikah lagi,” bebernya.

Ditambahkan, ikut dilaporkannya Woko Kepala Desa Kaliboto Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri ke Polda Jatim, karena diduga  sebagai pembuat dokumen kependudukan palsu, yang diduga digunakan Supadi untuk menikahi gadis asal wilayah Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. “Saya bersama Aloka akan terus mengawal kasus ini. Kita tunggu saja hasil penyelidikan Polda Jatim,” tukasnya.

Reporter : Muji Hartono
Editor      : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date