Kasus Dugaan Korupsi: Jadi Terdakwa, Gaji 2 Pejabat DLH Dipotong 50%

Madiun, koranmemo.com – Dua pejabat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Madiun Bambang Brasianto dan Priono Susilo Hadi, dinonaktifkan sebagai aparatur sipil negara (ASN). Ini setelah keduanya menjadi terdakwa dan ditahan dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kaliabu TA 2017.

Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Madiun Sigit Budiarto mengatakan pihaknya akan mengirim surat ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun meminta salinan surat keputusan penahanan yang dikeluarkan Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin lalu (7/1).

‘’Surat penahanan itu menjadi dasar penonaktifan,’’ ujarnya, Selasa (8/1).

Dia mengatakan, imbas pembekuan status ASN, Bambang dan Priono tidak menerima penghasilan utuh. Selain tidak diberi berbagai tunjangan, gaji pokok yang diterima keduanya hanya 50 persen. “Itu merujuk Peraturan Pemerintah (PP) 11/2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS),” jelasnya.

Sedangkan sanksi lanjutan menunggu keputusan hukum tetap dari Pengadilan atas kasus dialami. ‘’Ini kan baru ditahan, belum sampai putusan incraht (berkekuatan hukum tetap),’’ ucapnya kepada wartawan.

Bersamaan dengan penonaktifkan Bambang dan Priono, bakal ditentukan pula pelaksana tugas (Plt) kepala DLH dan bidang yang kosong itu. Plt bertugas meng-handle pekerjaan Bambang Bras sebagai nakhoda organisasi perangkat daerah (OPD).

Reporter Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date