Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Lamongan, Segera Disidangkan

Share this :

Lamongan, koranmemo.com – Kejari Lamongan tinggal menunggu jadwal sidang perdana kasus dugaan korupsi dana hibah Pilkada 2015 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lamongan. Hal itu menyusul telah dikirimkannya berkas ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Dalam keterangannya kepada awak media, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Lamongan mengatakan jika berkas perkara dugaan korupsi dana hibah tersebut sudah dilimpahkan. Pihaknya mengaku sedang menunggu jadwal sidang yang ditentukan Pengadilan Tipikor.Disebutkan pula, dalam pelimpahan berkas tersebut hanya ada satu tersangka yakni IIR saat itu berstatus sebagai bendahara KPU. Terkait hal itu dia juga menyebut kemungkinan besar dalam persidangan nanti akan terungkap benar tidaknya ada pihak lain yang tersangkut Perkara tersebut.

“Dalam fakta persidangan, bisa jadi berkembang dan semua tergantung fakta-fakta dan keterangan terdakwa yang disertai dengan keterangan saksi-saki dalam persidangan,” jelas Kasi Intel Kejaksaan Negeri Lamongan, Rustamaji Yudha.

Tak hanya itu, tambah dia, pihaknya juga mengaku telah menyiapkan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Pada intinya kami sudah siap menghadapi persidangan,” ujar Rustamaji menjawab pertanyaan awak media terkait adanya upaya pembelaan dari penasihat hukum terdakwa.

Dalam penanganan dugaan korupsi dana hibah KPU tersebut oleh tim Kejaksaan Negeri Lamongan, IR yang pada saat itu ditetapkan sebagai tersangka berstatus bendahara, dalam pemeriksaan tersebut tersangka didampingi oleh penasihat hukumnya.

Salah satu tim kuasa hukum IR, Ahmad Umar Buwang dikonfirmasi mengatakan jika pihaknya akan melakukan upaya pembelaan terhadap kliennya dengan maksimal dalam persidangan perdana yang akan digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, 11 Maret 2020.

“Hingga saat ini kami selaku kuasa hukumnya masih terus mempelajari berkas-berkas yang kita miliki untuk melakukan upaya pledoi dalam gelaran persidangan,” jelas Buwang kepada awak media, Senin (2/3).

Diketahui, dana hibah untuk Pilkada Lamongan pada tahun 2015 mencapai kisaran Rp 34,3 Miliar. Namun, dalam pelaksanaannya IR diduga kuat melakukan penyelewengan anggaran sehingga nilai yang terkumpul dan nilai kerugian negara mencapai Rp 1,2 Miliar.

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu