Kasus DB Telan Korban, Ini Kata Dewan

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Dinas Kehatan Kabupaten Blitar memcatat jumlah penderita demam berdarah (DB) selama dua pekan diawal Januari 2019 mencapai 82 orang dengan satu korban meninggal dunia. Jumlah ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama, yakni 28 orang.

Sementara jumlah penderita demam berdarah sepanjang 2018 mencapai 358 orang. Angka ini juga meningkat drastis dibanding 2017 yang hanya berjumlah 94 penderita.

Menanggapi kondisi ini, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, Susi Narulita mengatakan, diawal tahun 2019 ini masyarakat harus meningkatkan kewasapadaan. Karena tahun ini merupakan puncak sebuah siklus demam berdarah.

“Jadi siklus puncak demam berdarah ini memang terjadi lima tahunan, sehingga jumlahnya naik turun. Saya sendiri juga belum mengetahui penyebab siklus 5 tahunan ini bisa terjadi, makanya hal ini harus dikaji,” kata Susi, Kamis (24/01).

Lebih lanjut Susi mengimbau kepada masyarakat untuk mengantisipasi nyamuk penyebab demam berdarah dengan cara sederhana, yakni melakukan rutinitas sehari-hari, seperti membersihkan bak mandi seminggu sekali serta membersihkan lingkungan sekitarnya.

Menuruy Susi, kasus demam berdarah tidak hanya menyasar kepada anak-anak, melainkan juga orang dewasa. Terbukti, satu warga desa Sumber Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar yang sudah berusia 27 tahun meninggal dunia akibat demam berdarah.

“Nah, ini peran puskesmas sangat penting untuk memberikan penyuluhan maupun sosialisasi dalam menangani nyamuk penyebab demam berdarah,” ujarnya.

Sehingga, Politisi Partai Amanat Nasional ini menghimbau seluruh puskesmas untuk memantau perkembangan kasus demam berdarah diwilayahnya masing-masing. Selain mendatangi setiap rumah untuk memberikan penyuluhan, petugas puskesmas diminta juga berkoordinasi dengan UPTD untuk melakukan pengecekan disekolah-sekolah, seperti dibagian tong sampah maupun MCKnya. Karena tidak menutup kemungkinan anak-anak bisa terkena demam berdarah di sekolahnya.

“Bagi masyarakat yang mengalami tanda-tanda menderita demam berdarah, harus segera dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat, agar segera mendapat penanganan secepatnya,” imbuhnya.

Reporter Arief juli prabowo

Editor Achmad Saichu