Kasus Covid-19 Meningkat, RS Nuraini Pare Akan Digunakan Sebagai Rumah Sakit Darurat

Kediri, koranmemo.com – Meningkatnya angka kasus positif covid-19 di wilayah Kabupaten Kediri membuat Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri mendirikan rumah sakit darurat. Rencananya Rumah Sakit Nuraini Pare akan difungsikan sebagai rumah sakit darurat.

Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Kabupatem Kediri Slamet Trumudi menuturkan bahwa sebelumnya Rumah Sakit Nuraini Pare sudah satu tahun tidak digunakan. Namun karena angka kasus Covid-19 di Kabupaten Kediri yang tinggi sehingga memaksa Gugus Tugas untuk mencari rumah sakit darurat Covid-19.

Sebelumnya Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri memiliki tiga rumah sakit rujukan. Yaitu RSUD Pare, Rumah Sakit SLG dan Rumah Sakit HVA. Namun karena sudah melebihi kapasitas maka Satgas Covid-19 menyewa sebuah rumah sakit untuk digunakan segabai rumah sakit darurat.

“Kita sebelumnya sudah punya tiga rumah sakit rujukan dan semuanya saat ini sudah over kapasitas. Sehingga kami menyewa rumah sakit swasta yang satu tahun sudah tak digunakan,” ungkapnya Slamet.

Menurut Slamet bahwa rencancanya Rumah Sakit Nuraini Pare ini akan disewa selama 1 tahun kedepan. Nanti akan kami gunakan untuk rumah sakit darurat Covid-19. Selama ini rumah sakit rujukan Covid-19 sudah menangani gejala ringan, sedang dan berat.

“Harapannya dengan difungsikan Rumah Sakit Nuraini Pare ini untuk gejala ringan dan sedang bisa diatasi dan mengurangi beban rumah sakit rujukan utama Covid-19,” ungkap Slamet.

Untuk anggaran yang sudah disiapkan oleh Gugus Tugas Covid-19 dalam biaya penyewaan rumah sakit darurat ada Rp 450 juta. Anggaran itu nanti juga kami petakan mana untuk fasilitas sarana dan prasarana sama sumber daya manusianya.

Reporter Nuramid Hasjim
Editor Achmad Saichu