Kasus Covid 19 Kian Tak Terkendali, Kab. Kediri Terapkan PPKM

Kediri, koranmemo.com – Persebaran kasus Covid 19 di Kabupaten Kediri kian tak terkendali. Rabu (13/1) petang Tim Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Kediri menyebutkan jumlah warga terpapar Covid 19 di Kabupaten Kediri mencapai 2.913, sembuh 2.289 orang, dalam perawatan 289 orang dan meninggal 235 orang.

Terkait hal ini Bupati Kediri menerbitkan surat edaran (SE) no 440 /060/2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Kediri. Hal ini mengacu pada kebijakan pemerintah pusat tentang penanganan Covic 19. Adapun surat edaran ini dimaksudkan untuk diketahui masyarakat secara luas dan perlu ada sosialisasi untuk meluasnya Covid 19 di Kabupaten Kediri.

Slamet Turmudi Sekretaris Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Kediri menjelaskan, SE ini berisikan 15 point terpenting untuk diketahui dinas terkait,TNI,Polri dan masyarakat dalam penerapan PPKM di Kabupaten Kediri. Karenanya perlu diketahui masyarakat luas.

“Adapun dasar dari surat edaran ini mengacu pada surat edaran dari Menteri Dalam Negeri No 1 tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid 19 dan Keputusan Gubernur Jatim no 188/7/KPTS/013/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat untuk cegah penyebaran Covid 19,” ujarnya.

Ditambahkan Slamet bahwa SE ini sangat penting dan perlu diketahui oleh masyarakat dan dipahami agar masyarakat bisa menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Adapun 15 point yang termaktup dalam SE Bupati Kediri diantaranya adalah :

1. Membatasi tempat kerja perkantoran dengan menerapkan Work From Ofice (WFO) dan Work From Home (WFH) yang diatur oleh kepala kantoratau intansi sesuai dengan ritme kerja kantor yang bersangkutan.

2. Membatasi kegiatan rapat maksimal hanya dua jam

3. Kegiatan pembelajaran/perkuliahan dilakukan secara daring/on line

4. Kunsultasi Pembelajaran dilakukan secara terbatas.

5. Kegiatan pembelajaran dalam bentuk lain harus mendapatkan ijin Kepala Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Kediri.

6. Kegiatan sektor esensial yang terkait dengan kebutuhan masyarakat harus tetap beroperasional 100 persen dengan pengaturan kapasitas operasional memperhatikan prokes secara ketat.

7. Kegiatan perdagangan di pasar dan pusat perbelanjaan dengan pembatasan kapasitas pengunjung 50 persen dan pengunjung harus berjarak 1 meter.

8 .Untuk warung makanan,restoran,rumah makan,untuk makan di tempat dilayani 50 persen pengunjung. layanan makanan pesan antar dilayani sesuai jam operasional.

9.Untuk pengelola toko,ruko,café,warung makan,rumah makan dan dibatasi hingga pukul 20.00.

10 . Pembatasan ruko, pusat perbelanjaan,mal dibatasi hingga pukui 19.00

11. Kegiatan tempat peribadatan dibatasi hingga 50 persen dengan penerapan prokes ketat.

12. Mengizinkan kegiatan operasional kuntruksi 100 persen dengan prokes ketat.

13. Untuk kegiatan masyarakat di fasilitas umum berupa kesenian di taman, tempat wisata,gedung sarana olahraga,kegiatan hajatan,resepsi sementara ditiadakan.

14. Mengoptimalkan kembali posko cegah Covid 19 di desa dan kecamatan.

15. Mengaktifkan kembali kampong tangguh semeru di masing-masing desa.

“15 point ini yang terpenting dan jika ada melanggar tentu akan mendapatkan sanksi bagi pelanggarnya. Kita berharap semua bisa memahami hal ini dan SE ini berlaku mulai 11 – 25 Januari 2021. Kami berharap warga di Kabupaten Kediri memahami hal ini dan sama sama mencegah penyebaran Covid 19 di Kabupaten Kediri,” ujarnya.

Reporter Bakti Wijayanto
Editor Achmad Saichu