Kasus Akun Gojek Fiktif: Lagi, Tangkap 4 Pelaku

Share this :

Surabaya, koranmemo.com – Resmob JogoBoyo Subdit III Jatanras Polda Jatim kembali membongkar jaringan pelaku akun Gojek Fiktif dengan menangkap tersangka Muh Nur Fatoni (27), asal Letnan Sudibyo Desa Bogo, Kabupaten Nganjuk. Ia perannya sebagai penyuplai ribuan sim card Axis, XL dan Telkomsel yang sudah teregristrasi, serta menggunakan identitas KTP, maupun KK milik orang lain dari data pemilihan kepala daerah pada tahun lalu.

Selain itu, Tim Opsnal Unit V Subdit III Jatanras Polda Jatim berhasil mengembangkan sekaligus menangkap tersangka Muhamad Nurdin (35), asal Jalan Kyai Syakir Kelurahan Tlogosari Wetan, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang Jawa Tengah, dengan perannya sebagai melakukan rigestrasi sim card Axis menggunakan identitas KTP dan KK orang lain.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, bersama Dirreskrimum Kombes Pol Pitra Andrias Ratulangie mengatakan, lokasi kejadiannya berada di wilayah Kabupaten Nganjuk. Kemudian, petugas melakukan pengembangan ke wilayah Kota Semarang, Jawa Tengah, dan Kota Malang, maupun Kabupaten Malang.

“Saat itu petugas menyelidiki rumah tersangka Fatoni, Senin (10/2), lalu sekitar pukul 22.14 WIB, malam. Selanjutnya, hasil penggeledahan ditemukan sebanyak 200 sim card Telkomsel yang sudah teregistrasi, dan 25.150 Sim Card Axis, 4.100 Sim Card Indosat, serta 1.300 Sim Card XL yang semuanya masih tersegel,” kata Irjen Pol Luki Hermawan saat menggelar Konferensi Pers di Lobby Gedung Tribrata, Mapolda Jatim, Kamis (5/3/2020).

Kemudian, tim opsnal juga menggerebek rumah tersangka Muhamad Nurdin di wilayah Kota Semarang, Jawa Tengah, sekitar pukul 00.10 WIB, malam dengan menyita sebanyak 30 ribu Sim Card Axis yang sudah teregistrasi,” sambung Irjen Pol Luki, didampingi Ps. Kasubdit III Jatanras Kompol Oki Ahadian Purwono, beserta Kanit V Perjudian Kompol M. Aldy Sulaeman.

Luki mengatakan, petugas melakukan pengembangan terhadap mereka, hasilnya dapat mengamankan tersangka berinisial RS (37), asal perum Griya Nagari, Watugede, Singosari, Kabupaten Malang dengan perannya sebagai penyedia akun Driver.

 “Kami tangkap tersangka berinisial FSP (19), asal Danau Limboto Timur Dalam, Kota Malang yang perannya sebagai penjual akun Resto. Jadi, totalnya ada 5 orang tersangka dengan sebelumnya mengamankan 2 orang tersangka M. Zaini (35), asal Sawojajar Kota Malang dan Nafis (27), asal Tumapel, Singosari Kabupaten Malang,” bebernya.

Disampaikan, selain ribuan Sim Card yang sudah teregistrasi dan masih tersegel, petugas juga menyita barang bukti diantaranya, dari tersangka Muh Nur Fatoni
4 unit handphone berbagai merek, 3 unit modem, 1 unit router, dan 2 unit laptop merek Asus, berikut buku tabungan maupun ATM BCA. Sedangkan, dapat disita dari tersangka Muhamad Nurdin ialah, 1 unit laptop, 1 unit lengkap komputer, 1 unit router, dan 3 unit handphone berbagai macam merek, serta 2 buku tabungan BCA dan 1 buku tabungan BRI, 1 kartu ATM BRI, hingga 1 buah key BCA berikut 1 buah key BNI,” jelas Luki kepada koranmemo.com.

Ia menyebutkan, barang bukti dari tersangka berinisial RS turut diamankan yaitu, 1 unit handphone merk Xiaomi, 1 kartu ATM BCA Gold berikut rekening. “Untuk tersangka berinisial FSP barang bukti juga turut disita petugas antara lain, 1 unit handphone Xiaomi, dan 1 kartu ATM Cimb Niaga. Masih kata Luki, mereka semua tersangka akan dijerat sesuai ketentuan hukum pasal 35 Jo, pasal 51 ayat (1), Undang-Undang RI No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau pasal 378 KUHP, Jo pasal 56 KUHP yang ancaman hukuman pidana 12 tahun penjara,” imbuh Luki.

Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan, mengapresiasi kinerja seluruh Tim Ospnal Tim Unit V Subdit III Jatanras Polda Jatim melakukan inovatif berhasil membongkar jaringan tersangka  kasus akun gojek fiktif. “Tentunya, induk kejahatan siber dapat diungkap dalam perspektif, hingga bisa dipahami masyarakat,” katanya.

Arteria Dahlan menyebut bahwa, pihak Polda Jatim untuk segera melakukan pemanggilan terhadap pihak perusahaan terkait, yaitu Axis, XL, Indosat dan Telkomsel maupun pihak online shop masing-masing Bukalapak, Tokopedia, maupun Shopee. “Kami sampaikan ini kejahatan serius merupakan “The Mother of Cyber Crime, yang semua awal kejahatan Cyber bermula dari data pribadi.”

Reporter M Fauzi
Editor Achmad Saichu