Kasus Aduan Nasabah Bank Mega Malang, Ini Kata OJK

Share this :

Malang, koranmemo.com – Miliaran uang deposito milik 6 nasabah Bank Mega Malang raib dan tak bisa ditarik. Merasa ditipu, ke enam nasabah melaporkan Pimpinan Cabang Bank Mega ke Polresta Malang Kota dan OJK Malang.

Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri menuturkan pendalaman kasus Bank Mega Malang pihaknya berkoordinasi dengan OJK Pusat. Saat ini menurutnya OJK Pusat sedang dalam proses pembahasan kasus tersebut.

“Tidak mudah mencari titik temunya. Nasabah menyampaikan pengaduan bahwa dananya tidak bisa ditarik. Kemudian dari pihak bank berpendapat secara sistem itu tidak tercatat dalam administrasi bank,” tuturnya, Jumat (20/11).

Dia menambahkan, sebelum kasus tersebut dilimpahkan ke OJK Pusat pihaknya juga telah memfasilitasi mediasi antara nasabah dan pihak Bank Mega. Untuk saat ini pihaknya menunggu hasil pembahasan OJK Pusat.

“Kalau dari sisi pengaduan, kami sudah memfasilitasi pertemuan. Prosesnya itu udah dari pengaduan yang pertama yang masuk di bulan September. Pihak kami langsung meneruskan ke bank untuk ditindaklanjuti dan dikomunikasikan dengan nasabah,” tambahnya.

Menurutnya, kasus tersebut perlu penelitian yang mendalam. Dari pihak nasabah dan pihak bank sama-sama memiliki bukti yang kuat. Pihak nasabah memiliki bukti blangko deposito hingga Surat Utang Negara (SUN) berlogo Bank Mega, sedangkan pihak Bank Mega memiliki bukti bahwa surat-surat nasabah tersebut tidak tercatat secara administrasi di Bank Mega.

“Tentu ini perlu penelitian yang lebih mendalam. Tidak bisa kita lihat informasinya kemudian kita ambil kesimpulan, memang belum bisa. Harus ada penelitian kemudian dari pihak bank juga sudah menyampaikan akan melakukan investigasi yang dilakukan oleh kantor pusat mereka,” tuturnya.

Dikatakan, aturan perlindungan konsumen telah diatur dalam Peraturan OJK No.1/2013 tentang Perlindungan Konsumen. “Mengenai kemungkinan uang nasabah bisa kembali atau tidak, nanti itu koridornya di Peraturan OJK No.1/2013. Jadi disana ada mengenai tanggung jawab,” tambahnya.

Reporter: Mokhammad Sholeh
Editor Achmad Saichu